Hal itu membuat seluruh aset sekolah lenyap. Tak ada buku, hingga meja dan kursi yang tersisa.
Pemerintah sudah mengirimkan sarana dan prasarana pembelajaran, antara lain meja dan kursi. Saat ini, ada 120 set meja dan kursi baru yang ditempatkan di tiga kelas.
Namun, 18 ruang kelas lainnya belum memiliki meja dan kursi. Sehingga, siswa yang sudah mulai masuk hari ini mesti belajar di lantai.
"Sementara baru tiga kelas bisa digunakan dengan meja kursi. Kemudian sebagian nanti belajar di lantai. Mudah-mudahan bisa segera pulih ya dalam waktu tidak terlalu lama," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti di SMAN 4 Aceh Tamiang, Senin, 5 Januari 2026.
Mu'ti mengatakan untuk mempercepat pengadaan meja dan kursi, sekolah bekerja sama dengan SMK Furniture di Aceh Tamiang. Selain itu, Kemendikdasmen juga mengirimkan bantuan berupa peralatan sekolah, termasuk seragam.
"Tadi juga kita lihat sebagian anak-anak belum memakai seragam. Dan kami membantu tadi yang kita serahkan secara simbolis untuk anak-anak di sini ada 2.000 paket ya. Yang dapat menjadi sarana untuk mereka bisa belajar dengan sebaik-baiknya dan juga pakaian seragam seperlunya," tutur Mu'ti.
Baca Juga :
Libur Sebulan Lebih Karena Banjir Sumatra, Siswa di Aceh Tamiang Mulai Sekolah Lagi Hari Ini
Mu'ti memastikan pihaknya terus mendukung anak-anak dapat kembali belajar setelah mengalami musibah khususnya di Aceh. Ia berharap para siswa kembali bersemangat mengikuti pembelajaran.
"Ini semua menjadi bagian dari usaha kita bersama agar anak-anak tetap memiliki semangat, tetap memiliki motivasi untuk tetap belajar," lanjut dia.
Mu'ti mengakui kondisi sekolah belum pulih seperti sedia kala. Sehingga pembelajaran belum akan maksimal.
"Memang keadaannya belum ideal sebagaimana yang kita harapkan, karena memang proses tanggap darurat dan berbagai upaya untuk membersihkan dan upaya untuk memperbaiki kerusakan masih terus dilaksanakan," sebut dia.
Namun, semua murid mesti diusahakan untuk bisa belajar. Meskipun, tidak harus selalu di sekolah asalnya.
"Bahkan tidak harus selalu di sekolah aslinya, bisa juga di sekolah yang lain atau di tenda dan juga nanti kita usahakan kita bangun juga sekolah-sekolah darurat dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Mu'ti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News