Dikutip dari laman mediaunram.com, Sujita didampingi puluhan satpam datang ke lokasi nonton bareng (nobar) saat film belum sempat ditayangkan sekitar pukul 18.55 WITA. Sujita meminta pemutaran film dibatalkan tanpa alasan jelas.
"Untuk menjaga kondusivitas sebaiknya film ini jangan ditonton. Saya tidak mengutarakan alasaanya mestinya kalian tahu sendiri," kata Sujita dalam video yang beredar di media sosial dikutip Senin, 11 Mei 2026.
Sujita mengatakan pihaknya memutuskan membubarkan nobar film dokumenter Pesta Babi untuk menjaga kondusivitas. Hal ini demi mejaga persatuan dan kesatuan bangsa.
"Intinya untuk menjaga kondusivitas, demi persatuan dan kesatuan bangsa kita dan demi supaya tidak ada ketersinggungan antara kita dengan siapa pun," kata dia.
Dia menilai film dokumenter Pesta Babi kurang baik ditonton. Sujita mengajak peserta untuk nobar film lain.
"Karena film ini saya kira kurang baik ditonton. Lebih baik nonton bareng film lain, seperti sepak bola," ujar dia.
Film dokumenter Pesta Babi merupakan karya terbaru Dandhy Laksono. film ini memperlihatkan jejak Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua yang membawa konsekuensi serius.
Seperti, kerusakan ekologis, tekanan terhadap ruang hidup masyarakat, hingga krisis kemanusiaan yang kerap luput dari perhatian. Selain di Unram, nobar film Pesta Babi di sejumlah lokasi juga dibubarkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News