"Kami sudah melatih 55.000 Ibu guru di seluruh Indonesia di semua jenjang. Dan juga sudah melibatkan 38 persen satuan pendidikan yang ada di Indonesia," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti usai penandatanganan SKB 7 Menteri terkait
pemanfaatan teknologi digital dan AI di lingkungan pendidikan dikutip dari tayangan YouTube Metro TV, Jumat, 13 Maret 2026.
Saat ini, pelatihan guru untuk coding dan AI terus berjalan sehingga pembelajaran diharapkan semakin menguat. "Sekarang program terus berlangsung dan pelatihan guru juga terus berlangsung," tegas Mu'ti.
Meski begitu, pemerintah mengingatkan agar pelajar bijak dalam memanfaatkan AI. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, mengungkapkan pemerintah membatasi penggunaan kecerdasan artifisial (AI) instan. Pemerintah mengatur pemanfaatan teknologi digital dan AI mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tujuh Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial di Jalur Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal.
Baca Juga :
Pemerintah Batasi Pelajar Pakai AI
SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Choiri Fauzi, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.
"Misalnya pendidikan dasar dan menengah itu tidak diperbolehkan untuk memanfaatkan AI-AI instant misalnya tanya ke GPT dan seterusnya," kata Pratikno.
Pratikno menjelaskan meskipun penggunaan teknologi dibatasi, pemerintah mendukung penggunaan AI yang dirancang khusus untuk kebutuhan pendidikan. Dengan begitu, pembatasan tersebut bukan berarti larangan secara tegas.
"Jadi bukannya dilarang, tidak, kareka kita butuh memanfaatkan teknologi itu untuk penduduk pendukung pendidikan," ujar dia.
Pemanfaatan teknologi dalam mendukung pendidikan salah satunya simulasi robotik. Untuk pendidikan dasar, bisa memanfaatkan AI yang memang dirancang untuk kebutuhan pendidikan.
"Jadi ini menghindari untuk brainroot, menghindari," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News