Doa. DOK Medcom
Doa. DOK Medcom

Bacaan Niat Puasa Senin-Kamis Bahasa Arab, Latin dan Arti Beserta Doanya

Renatha Swasty • 30 Maret 2026 12:29
Ringkasnya gini..
  • Waktu pelaksanaan puasa Senin-Kamis sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
  • Waktu pelaksanaan puasa Senin-Kamis bisa kapan saja, kecuali pada hari-hari diharamkan puasa.
  • Puasa Senin Kamis memilki banyak keutamaan.
Jakarta: Puasa Senin dan Kamis merupakan puasa sunnah setiap hari Senin dan Kamis. Puasa Senin-Kamis dianggap istimewa karena sering dilakukan Nabi Muhammad SAW. 
 
Dikutip dari laman nu.or.id, puasa hari Senin dinamakan isnain. Secara bahasa, isnain bermakna dua, karena hari ini merupakan hari kedua dari penciptaan seluruh makhluk selain bumi. 
 
Sementara itu, Kamis dalam bahasa Arab adalah khâmis. Secara bahasa bermakna kelima, karena merupakan hari kelima penciptaan seluruh makhluk selain bumi

Puasa Senin Kamis memilki banyak keutamaan antara lain dapat membuat seorang muslim semakin mendekatkan diri dengan Allah SWT serta menjaga tubuh tetap sehat. Buat kamu yang ingin melaksanakan puasa Senin-Kamis, berikut ini panduan lengkapnya mulai dari niat, tata cara, doa berbuka, hingga manfaatnya: 

Waktu puasa Senin-Kamis

Waktu pelaksanaan puasa Senin-Kamis sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Selama itu, mesti mencegah dari hal-hal yang membatalkan puasa sebagaimana puasa-puasa lain.
 
Waktu pelaksanaan puasa Senin-Kamis bisa kapan saja, kecuali pada hari-hari diharamkan puasa. Ada beberapa hari yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu: 
  1. Hari Raya Idulfitri (1 Syawal)
  2. Hari Raya Iduladha (10 Dzulhijjah)
  3. Hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)
  4. Separuh terakhir dari bulan Syaban
  5. Hari yang diragukan (30 Syaban, saat orang telah membicarakan rukyatul hilal atau ada kesaksian orang melihat hilal yang tidak bisa diterima, seperti kesaksian seorang anak kecil).
Bagi orang yang sudah kebiasaan berpuasa Senin-Kamis dan kebetulan memasuki separuh terakhir dari bulan Syaban, tidak ada larangan melanjutkan puasanya. Hal ini berdasarkan hadis Nabi:
 
"Janganlah seseorang di antara engkau semua itu mendahului Ramadan dengan puasa sehari atau dua hari -sebelumnya-, kecuali kalau seseorang itu -sudah- biasa berpuasa tepat -pada- hari puasanya, maka hendaklah ia berpuasa pada hari itu" (Muttafaq 'alaih).

Niat puasa Senin-Kamis

Berbeda dengan puasa Ramadan, niat puasa sunnah Senin bisa dilafalkan di waktu malam. Umat Islam juga bisa melafalkannya saat fajar tiba. Berikut niat puasa Senin-Kamis dikutip dari laman Mediaindonesia.com:

Niat puasa hari Senin


نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
 
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala.
 
Artinya: Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala

Niat puasa hari Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
 
Nawaitu shauma yaumal khamisi sunnatan lillahi ta'ala.
 
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala." 
 

Doa buka puasa Senin-Kamis


Doa buka puasa Senin-Kamis merupakan amalan penting yang sayang bila terlewatkan. Bacaan doa buka puasa Senin-Kamis seperti doa puasa sunah yang lain.
 
Berikut beberapa doa buka puasa Senin-Kamis yang bisa dibaca salah satunya:
 
1. 
 
آللَّهُمْ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَ عَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا ارْحَمَ الرَّحِمِيْنَ .
 

Allaahummalakasumtu wabika amantu waala rizkika aftortu birohmatika yaa arhamar raahimiin
 
Artinya, Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.
 
2. 
 

ذَهَبَ الطَّمَأُ، وابْثَلْتِ العُرُوقُ» وثَبَتَ الأَجْرُ إن شَاءَ اللَّه
 

Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah (HR Abu Dawud)
 
Artinya, Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insyaallah.

Keutamaan puasa Senin-Kamis

Ada beberapa keutamaan yang dimiliki oleh puasa Senin-Kamis. Berikut keutamaan puasa Senin-Kamis dikutip dari laman nu.or.id:
 

1. Puasa yang selalu dilakukan Rasulullah

Siti ‘Aisyah radhiyallu ‘anha pernah berkata, Nabi Muhammad SAW selalu menjaga puasa Senin dan Kamis” (HR Tirmidzi dan Ahmad).
 

2. Hari penyetoran amal manusia

Hari Senin dan Kamis merupakan hari penyetoran amal manusia. Sebuah kelebihan tersendiri, bila amal kita disetor dalam kondisi berpuasa.
 
Dalam satu riwayat dijelaskan, suatu ketika Usamah bin Zaid pergi bersama budaknya ke bukit Al-Qura. Saat itu, kondisi Usamah berpuasa, sementara usianya sudah lanjut.
 
Sang budak bertanya, “Mengapa engkau berpuasa Senin-Kamis padahal engkau sudah lanjut usia?” Usamah menjawab, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika Nabi ditanya tentang hal itu, beliau menjawab, Sesungguhnya amalan para hamba disampaikan pada hari Senin dan Kamis"
 
Dalam hadis lain, beliau bersabda:
 
“Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa” (HR Tirmidzi).
 
Syekh Sulaiman al-Bujairami (w. 1806 M) menjelaskan, setiap hari amalan manusia dicatat oleh malaikat sebanyak dua kali, yaitu waktu siang dan malam. Untuk setiap minggunya, yaitu hari Senin dan Kamis, amal akan disetorkan kepada Allah SWT. Sementara untuk setiap tahunnya, diesetorkan pada malam Nisfu Sya’ban (Al-Bujairami, Hasyiyah al-Bujairami ‘Alal Khotib, juz 2, h. 116).
 

3. Hari Senin dan Kamis hari dibukanya pintu surga

Rasulullah pernah bersabda:
 
“Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan." (HR Muslim, No. 4652)
 

4. Hari kelahiran dan kewafatan Rasulullah

Hari Senin merupakan hari lahir sekaligus kewafatan Rasulullah. Dalam satu hadis dijelaskan,
 
“Nabi ditanya soal puasa pada hari Senin, beliau menjawab, ‘Pada hari itu Aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepada-Ku” (HR Muslim: 1162).
 
Menurut sejarawan Safyurrahman al-Mubarakfuri dalam kitab Rahiq al-Makhtum, Nabi lahir pada hari Senin, tanggal 9 Rabiul Awal. Menurut pakar, kelahiran Rasulullah bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April tahun 571 M.
 
Sebagaimana hasil analisis ulama besar bernama Muhammad bin Sulaliman al-Manshurfuri dan seorang astrolog (ahli ilmu falak) bernama Mahmud Pasha. Nabi wafat pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal 632 M.
 
Itulah informasi soal puasa Senin-Kamis beserta niat dan doanya. Semoga informasi ini bermanfaat yaa. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan