Mahasiswa FKIK UAJ, Airen Wang. Dok UAJ
Mahasiswa FKIK UAJ, Airen Wang. Dok UAJ

Berawal Kepo Pertukaran Pelajar di Belanda, Mahasiswa UAJ Ini Malah Borong Prestasi

Ilham Pratama Putra • 30 April 2026 21:32
Ringkasnya gini..
  • Pertukaran pelajar memberikan dampak nyata terhadap mahasiswa
  • Keberanian Airen mau mencoba menjadi kunci sukses pengembangan dirinya
  • Pertukaran pelajar membentuk karakter hingga wawasan akademik
Jakarta: Pengalaman belajar di luar negeri tak hanya menjadi mengasah kemampuan akademik semata. Tetapi kamu juga dapat membentuk karakter dan membuka jalan prestasi. 
 
Hal itu tercermin dari perjalanan Airen Wang, mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya (UAJ). Ia mengakui dirinya makin berkembang setelah mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar atau student exchange di Belanda.
 
“Pengalaman di sana benar-benar membentuk cara berpikir aku jadi lebih terbuka dan berani,” ujar Airen dalam keterangan tertulis dikutip Kamis 28 April 2026. 

Menariknya, niat mengukuti program pertukaran pelajar itu dilakukannya hanya untuk memenuhi rasa penarasan. Ia merasa terinspirasi dari kakak kelasnya yang sudah mengikuti perogram pertukaran pelajar lebih dulu.
 
Baca juga: Kemendiktisaintek Genjot Pemerataan Kualitas Ratusan PTS di 2026

"Awalnya cuma penasaran dari cerita kakak tingkat, terus jadi pengin coba sendiri,” ujar Airen.
 
Airen mengikuti program pertukaran pelajar di Leiden University Medical Center (LUMC), Belanda. Ia mengukuti program di LUMC selama sekitar tiga setengah bulan pada September hingga Desember 2024.
 
Dalam program tersebut, ia menjalani perkuliahan yang setara dengan kurikulum di kampus asalnya. Sehingga ia merasa tak ada hambatan dalam menjalani studi. 
 
Lebih dari sekadar akademik, suasana belajar di Belanda memberikan pengalaman berbeda yang berdampak besar pada pola pikirnya. Ia terbiasa dengan lingkungan kelas yang interaktif dan mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi.
 
“Di sana mahasiswa didorong untuk berani bertanya dan menyampaikan pendapat,” ungkap Airen.
 
Lingkungan baru juga menuntutnya untuk lebih mandiri dalam menghadapi tantangan sehari-hari. Proses adaptasi ini menjadi titik penting yang membentuk kepercayaan diri dan kemampuan problem solving-nya.
 
Baca juga: Narasi "Kuliah itu Scam" Makin Kuat, Kampus Harus Lakukan Ini!

 
“Aku belajar untuk cepat berpikir dan menyelesaikan masalah sendiri karena harus survive di lingkungan baru,” tuturnya.
 
Sepulang dari program tersebut, Airen merasakan perubahan signifikan dalam cara belajar dan berorganisasi. Ia menjadi lebih aktif mencari peluang dan tidak ragu untuk mencoba berbagai kompetisi akademik.
 
“Dari situ aku jadi lebih berani ambil kesempatan yang sebelumnya mungkin ragu,” jelasnya.
 
Perubahan itu kemudian tercermin dalam keterlibatannya di Asian Medical Students’ Association (AMSA). Organisasi ini menjadi wadah bagi Airen untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus memperluas jejaring internasional.
 
“Di AMSA aku bisa ikut banyak kegiatan ilmiah dan ketemu teman-teman dari berbagai negara,” ujarnya.
 
Hasilnya, Airen berhasil meraih 2nd Place Winner sekaligus District Winner dalam kompetisi scientific paper pada Pre-Conference East Asian Medical Students’ Conference (EAMSC) 2026. Prestasi ini menjadi bukti konkret dari perkembangan yang ia alami setelah mengikuti exchange.
 
“Pengalaman sebelumnya sangat membantu dalam proses menyusun dan mempresentasikan karya ilmiah,” katanya.
 
Capaian tersebut mengantarkannya menjadi perwakilan Indonesia dalam forum internasional EAMSC 2026 di Nepal. Dalam ajang tersebut, Airen kembali menunjukkan kualitasnya dengan menembus jajaran Top 8 Finalist.
 
“Aku bersyukur bisa membawa nama Indonesia di tingkat internasional,” ungkap Airen.
 
Dalam kompetisi tersebut, ia mengangkat tema kesehatan mental yang kini menjadi isu global. Topik tersebut dipilih karena relevansinya dengan kondisi mahasiswa dan masyarakat saat ini.
 
“Topiknya tentang mental health and well-being, yang menurut aku sangat penting untuk dibahas,” jelasnya.
 
Airen menilai bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari proses panjang yang dimulai dari keberanian mencoba hal baru. Pengalaman pertukaran pelajar menjadi fondasi penting dalam membentuk dirinya hingga mampu berprestasi.
 
Ia pun mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu mengambil kesempatan serupa jika tersedia. Menurutnya, pengalaman internasional dapat menjadi titik balik dalam pengembangan diri.
 
“Coba saja dulu, jangan takut. Kesempatan itu bisa mengubah banyak hal dalam diri kita,” pungkas Airen.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan