Direktur Kelembagaan Dikti Kemendiktisaintek, Muhammad Najib. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Direktur Kelembagaan Dikti Kemendiktisaintek, Muhammad Najib. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Narasi "Kuliah itu Scam" Makin Kuat, Kampus Harus Lakukan Ini!

Ilham Pratama Putra • 13 April 2026 15:01
Ringkasnya gini..
  • Fenomena "kuliah itu scam" menguat di generasi muda.
  • Kampus harus membuat prodi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
  • Inovasi program studi dapat mematahkan narasi "kuliah itu scam".
Jakarta: Fenomena anggapan 'kuliah itu tidak penting' atau 'kuliah itu scam' mulai menguat di kalangan generasi muda. Narasi tersebut dipicu oleh konten media sosial yang mempertanyakan relevansi pendidikan tinggi.
 
“Sekarang ini banyak selebgram atau YouTuber yang bilang ‘kuliah itu scam’, sehingga anak-anak Gen Z jadi ragu untuk kuliah,” ujar Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek, Muhammad Najib, di Jakarta, Senin, 13 April 2026.
 
Najib mengatakan tren ini menjadi tantangan serius bagi perguruan tinggi. Kampus dituntut beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda.

“Ini tantangan bagi perguruan tinggi untuk membuat program studi yang kekinian dan punya pasar,” tegas dia.
 
Baca juga: 3 Prodi ITB Ini Jadi Primadona Nasional di SNBP 2026, Diburu Pecinta Teknik

 
Salah satu solusi yang didorong pemerintah adalah pengembangan program studi yang sesuai kebutuhan industri. Hal ini diharapkan mampu menarik kembali minat calon mahasiswa.
 
“Yang penting ada jaminan setelah lulus mereka bisa bekerja,” jelas Najib.
 
Ia menekankan kekhawatiran utama calon mahasiswa adalah masa depan setelah lulus kuliah. Oleh karena itu, keterhubungan dengan dunia kerja menjadi faktor penting.
 
“Baik orang tua maupun mahasiswa ingin jaminan tidak menganggur setelah lulus,” ujar dia.
 
Sejumlah perguruan tinggi disebut mulai merespons tantangan tersebut. Mereka menjalin kerja sama dengan industri untuk memastikan penyerapan lulusan.
 
“Ada PTS yang sudah membuat banyak kerja sama dengan industri untuk memastikan lulusannya terserap,” kata Najib.
 
Baca juga: Enggak Kaleng-kaleng, 12 Bidang Studi di MIT Peringkat 1 Dunia di QS WUR by Subject 2026

Langkah ini dinilai menjadi daya tarik baru bagi calon mahasiswa. Pendidikan tinggi tidak lagi hanya soal gelar, tetapi juga peluang karier.
 
“Itu menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa,” ujar dia.
 
Pemerintah berharap kampus lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Inovasi program studi dinilai menjadi kunci menghadapi tantangan tersebut.
 
“Kampus harus bisa membaca kebutuhan pasar,” tegas Najib.
 
Dengan pendekatan ini, pendidikan tinggi diharapkan tetap relevan di tengah perubahan. "Dengan begitu, kepercayaan generasi muda terhadap kuliah pun diharapkan kembali meningkat," ujar dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan