“Tadi kami melaporkan ada sekitar 78 daerah (yang sudah memulai rangkaian SPMB), Dari 78 daerah itu 53 sudah memberikan bantuan untuk sekolah swasta,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, usai acara Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan SPMB 2026/2027 tidak hanya melibatkan sekolah negeri. Tetapi juga sekolah swasta yang bersedia bergabung dalam sistem penerimaan bersama pemerintah daerah.
Menurut dia, sekolah swasta yang ikut SPMB bersama akan mendapatkan bantuan per siswa dari pemerintah daerah. Jumlah bantuan yang diberikan sesuai kesepakatan antara Pemda dan sekolah swasta.
| Baca juga: Kemendikdasmen Larang Tes Calistung dan Syarat Ijazah TK di SPMB SD 2026 |
“Kalau tidak diterima di sekolah negeri, dia bisa masuk ke sekolah swasta dengan dibantu pemerintah daerah,” ujar dia.
Gogot mencontohkan di sejumlah daerah, sekolah swasta menawarkan jumlah rombongan belajar (rombel) tertentu untuk dimasukkan dalam SPMB bersama. Sementara rombel lainnya tetap menerima siswa secara mandiri.
“Sekolah swasta sifatnya volunteer. Mereka menawarkan berapa rombel yang ingin diikutkan dalam SPMB bersama,” kata dia.
Ia mengatakan pemerintah daerah dengan kemampuan fiskal kuat didorong memberikan subsidi penuh bagi siswa kurang mampu yang masuk sekolah swasta. “Bagi yang kuat kita dorong memberikan bantuan untuk keluarga kurang mampu yang tidak bisa masuk sekolah negeri,” ucap dia.
| Baca juga: Tutup Celah Jual Beli Kursi SPMB 2026, Kemendikdasmen Kunci Data Dapodik Sekolah |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News