“Intinya, kami dari sekolah mengadakan literasi budaya industri. Mempelajari seperti apa industri yang cocok untuk anak-anak dari enam jurusan di sekolah kami,” ujar Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat dan Industri, Tuti Harianti, saat mengikuti Metro TV Media Experience di Kompleks Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis, 7 Mei 2026.
Kunjungan ke Metro TV dipilih secara khusus untuk siswa jurusan TAV, mengingat relevansinya dengan dunia teknik audio dan video. Para siswa mendapatkan kesempatan langka untuk mengenal lebih dekat proses produksi siaran berita, mulai dari teknik lighting, tata cara penyampaian berita, hingga bertemu langsung dengan presenter Metro TV.
“Mereka belajar bagaimana sebuah berita ditampilkan, bagaimana menjadi presenter, serta teknik lighting dan sebagainya,” beber Tuti.
Salah satu hal menarik dari program ini adalah keterlibatan aktif siswa dalam menentukan destinasi kunjungan. Tuti mengungkapkan sekolah hanya menyiapkan kerangka program, sementara tujuan kunjungan sepenuhnya dipilih oleh para siswa sendiri.
“Anak-anak ini yang survei mau ke mana. Tahun sebelumnya mereka survei ke Semarang, kemudian tahun ini ke Jakarta dan akhirnya ke sini,” kata Tuti.

SMK Negeri 1 Saptosari. Medcom.id/Talitha Islamey
Tuti menyebut sambutan yang diberikan Metro TV sangat hangat dan mengesankan. Para siswa diajak berkeliling ke berbagai ruangan, termasuk studio siaran langsung, serta mendapat penjelasan mendetail mengenai alat-alat produksi yang digunakan.
Lebih dari sekadar kunjungan satu hari, pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat melahirkan kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan. Tuti menyebut setidaknya tiga bentuk kerja sama diharapkan dapat terwujud dengan Metro TV.
Pertama, program narasumber atau guru tamu, yakni praktisi Metro TV dapat hadir langsung ke sekolah untuk berbagi ilmu kepada siswa. Kedua, kesempatan bagi siswa SMK Negeri 1 Saptosari untuk menjalani PKL di Metro TV. Ketiga, peluang rekrutmen alumni melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) yang dimiliki sekolah guna memasarkan lulusan ke perusahaan-perusahaan yang relevan dengan bidang keahlian mereka.
Melalui kunjungan industri ini, sekolah menargetkan para siswa tidak hanya mendapatkan tambahan wawasan, tetapi juga memiliki gambaran nyata tentang seperti apa tantangan dan proses kerja di dunia industri sesungguhnya.
“Target untuk anak-anak ini yang pasti menambah wawasan. Mereka bisa mengetahui seperti apa dunia industri, bisa tahu seperti apa lelahnya, seperti apa prosesnya bekerja di bidang industri itu,” ujar Tuti.
Kunjungan ke Metro TV diharapkan menjadi benih inspirasi yang akan tumbuh dan mendorong generasi muda SMK Negeri 1 Saptosari untuk terus bermimpi besar dan siap terjun ke dunia kerja dengan bekal pengalaman yang matang. (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News