Sekolah berdalih tindakan itu sebagai bentuk pendisiplinan oleh sekolah setelah mendapatkan laporan wali kelas dan masyarakat. Meskipun sebetulnya, para siswi itu menggunakan kerudung.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyebut pihaknya menangani langsung kasus tersebut. Dedi juga mengaku dirinya sudah bertemu langsung dengan orang tua dan siswa yang rambutnya dipotong paksa itu.
"Siswa yang di Garut yang dipotong oleh guru BK. Kemarin orang tua siswanya sudah ketemu dengan saya," kata Dedi saat ditemui di Bandung, Kamis 7 Mei 2026.
| Baca juga: Gaji Honorer Sekolah Tertahan 2 Bulan, Dedi Mulyadi Bakal Datangi MenPAN-RB |
Di samping itu, pihaknya juga memfasilitasi siswa untuk memperbaiki rambut yang rusak karena dipotong asal-asalan. Bahkan secara khusus, Dedi mengirimkan siswa tersebut ke salon.
"Anak-anaknya sudah merapikan rambutnya di salon, kemarin sudah saya kirm mereka ke salon untuk merapikan rambutnya," jelasnya.
Sebelumnya, viral di media sosial sejumlah siswi di SMKN 2 Garut, Jawa Barat menunjukkan potongan rambut mereka. Rambut mereka dipotong secara paksa oleh guru di sekolah.
| Baca juga: Heboh Anggaran Sekolah Swasta di Jabar Jadi Rp0, KDM Beri Klarifikasi Begini |
Kejadian itu terjadi saat siswi kembali ke kelas usai olahraga. Kemudian seorang guru masuk membawa gunting dan melakukan razia.
Rambut siswi yang berwarna dipotong begitu saja. Bahkan kepada siswi berhijab, guru tersebut menyingkap hijab para siswi kemudian memotong rambut siswi yang berwarna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News