Direktur Kampus BINUS Bekasi, Gatot Soepriyanto, mengungkapkan sejumlah strategi di balik angka tersebut dalam Media Gathering bertema "Masa Depan Karier Anak: Investasi Pendidikan atau Alternatif Baru?" di BINUS University Bekasi, Jumat, 24 April 2026.
Tingginya angka keterserapan kerja itu tidak lepas dari jaringan mitra industri yang dimiliki BINUS. Gatot menyebut universitas telah membangun kemitraan dengan lebih dari 2.200 perusahaan selama lebih dari sepuluh tahun, yang secara konsisten menyerap mahasiswa magang maupun alumni untuk bekerja.
"82 persen mahasiswa BINUS pada saat wisuda sudah bekerja. Bekerja itu artinya bisa bekerja di perusahaan, bisa berwirausaha atau bisa studi lanjut," beber Gatot di BINUS University Bekasi, Jumat, 24 April 2026.
Tak hanya soal angka keterserapan, BINUS juga mendorong mahasiswanya berkarier di level global. Gatot menyebut pihaknya menargetkan satu dari tiga lulusan dapat bekerja di perusahaan bertaraf internasional dan saat ini angkanya sudah berada di kisaran 27 hingga 29 persen.
"Target kita kan di 23 persen, itu masih on the way ke arah tadi," ujar dia.
Untuk menjawab persoalan ketidakcocokan antara jurusan dan minat mahasiswa, BINUS menyediakan mekanisme evaluasi setiap semester. Gatot menjelaskan, mahasiswa dengan IPK di bawah 2 akan dipanggil untuk berdiskusi guna mengetahui akar permasalahannya, apakah menyangkut motivasi, kemampuan akademik, atau salah jurusan.
"Kalau merasa salah jurusan, kita sediakan fasilitasnya untuk pindah jurusan, masih dalam BINUS, silakan," tutur Gatot.
Selain opsi pindah jurusan, mahasiswa juga dapat mengambil minor program yang sesuai dengan minat atau cita-citanya. Gatot mencontohkan mahasiswa psikologi yang bercita-cita menjadi chef tetap bisa mengambil mata kuliah kuliner sebagai minor, sehingga kebutuhan akan pengetahuan di luar jurusan tetap terpenuhi.
Soal beasiswa, BINUS University Bekasi menyediakan program beasiswa penuh bernama Beasiswa Widia bagi mahasiswa berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Gatot menjelaskan penerima beasiswa ini tidak hanya digratiskan biaya kuliah hingga lulus, tetapi juga mendapat fasilitas tempat tinggal, uang saku, hingga kebutuhan nutrisi, khususnya bagi atlet basket yang mendapat skema beasiswa khusus.
Beasiswa Widia ditujukan untuk para talenta Indonesia yang memiliki kemampuan istimewa di bidang akademik dan non-akademik. Prestasi akademik misalnya juara lomba nasional, internasional, sementara non-akademik, misalnya menari, bernyanyi, daln lainnya,
"Kita akan evaluasi. Jadi jalurnya Beasiswa Widia jatuhnya itu pun sampai lulus dia bisa gratis," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News