Guru honorer saat menyampaikan aspirasinya di Istana Negara, MI/Ramdani.
Guru honorer saat menyampaikan aspirasinya di Istana Negara, MI/Ramdani.

Minat Jadi Guru Turun, Bagaimana Trennya di Negara Maju?

Pendidikan Kebutuhan Guru
Intan Yunelia • 09 Mei 2019 14:04
Jakarta: Fenomena minimnya minat anak muda yang bercita-cita menjadi guru ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia. Fenomena ini juga terjadi di negara maju dengan kualitas pendidikan berkualitas seperti di Amerika Serikat.
 
"Sebenarnya ini terjadi di banyak negara, bahkan data di USA tahun 2014, hanya lima persen dari 1,85 juta lulusan SMA yang mau menjadi guru," kata Plt Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Intan Ahmad saat dihubungi wartawan, Kamis, 9 Mei 2019.
 
Lulusan-lulusan perguruan tinggi di sana pun cenderung memilih profesi lain dibanding menjadi seorang tenaga pendidik. Angkanya bahkan tak sampai 10 persen lulusan perguruan tinggi yang ingin menjadi guru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bila yang ditanya mahasiswa, juga rendah, hany persen yang mau menjadi guru," ungkap Intan.
 
Baca:Milenial Ogah Jadi Guru, PGRI Tak Terkejut
 
Fakta ini semestinya menjadi evaluasi bagi pemerintah. Bagaimana menjadikan profesi guru kembali bergengsi.
 
Profesi ini tak sembarang dan hanya diemban orang-orang berkualitas tinggi. "Perlu upaya keras agar profesi guru bisa menjadi profesi yang baik untuk masa depan seseorang. Dengan demikian, kita akan mempunyai calon guru yang berkualitas," terang Mantan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini.
 
Baca:Milenial Pilih Jadi Youtuber Daripada Guru
 
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) juga memiliki peranan yang paling penting. Karena LPTK menyaring guru-guru berkualitas yang berwawasan visioner sesuai dengan arah perubahan zaman.
 
"LPTK mampu memperoleh calon-calon guru yang mempunyai 21st century mindsets," terangnya.
 
Profesi guru kurang diminati siswa, sebagai profesi yang menjanjikan di masa depan. Bahkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), lebih banyak siswa yang memilih profesi Youtuber ketimbang menjadi guru.
 
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan, dari jumlah responden yang diuji, hanya 11 persen di antaranya saja yang tertarik menjadi guru di masa mendatang. Dari 11 persen itu pun, siswa yang tertarik menjadi guru didominasi perempuan dan rata-rata memiliki nilai UN di bawah rata-rata.
 
Mayoritas siswa memilih profesi yang lebih menjanjikan dari segi finansial di masa depan. Seperti menjadi pengusaha dan profesi sebagai Youtuber yang kini digandrungi kalangan milenial.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif