Youtuber, Atta Halilintar, MI/Susanto.
Youtuber, Atta Halilintar, MI/Susanto.

Milenial Pilih Jadi Youtuber Daripada Guru

Pendidikan pendidikan Kualitas Pendidikan
Intan Yunelia • 08 Mei 2019 08:55
Jakarta: Profesi guru kurang diminati siswa, sebagai profesi yang menjanjikan di masa depan. Bahkan dalam sebuahpenelitian yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), lebih banyak siswa yang memilih profesiYoutuber ketimbang menjadi guru.
 
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan, dari jumlah responden yang diuji, hanya 11 persen di antaranya saja yang tertarik menjadi guru di masa mendatang. Dari 11 persen itu pun, siswa yang tertarik menjadi guru ledidominasi perempuan.
 
“Gambaran ini, hanya 11 persen yang menyatakan ingin menjadi guru. Di antara 11 persen tadi, mayoritas 80 persennya itu adalah perempuan. Sisanya laki-laki,” kata Totok saat Konferensi Pers tentang Hasil Ujian Nasional Tahun 2018-2019 di Gedung A Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa 7 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Fenomena Artis Jadi YouTuber, Ini Tanggapan Atta Halilintar
 
Mayoritas siswa memilih profesi yang lebih menjanjikan dari segi finansial di masa depan. Seperti menjadi pengusaha dan profesi sebagai Youtuber yang kini digandrungi kalangan milenial.
 
“Ketika ditanya cita-cita ingin menjadi apa, spektrum jawaban siswa ini luar biasa. Banyak yang ingin menjadi pengusaha sukses dan hebat, youtubers, wirausaha dan yang jadi presiden juga ada,” ujar Totok.
 
Mirisnya lagi, siswa yang memilih cita-cita menjadi seorang guru justru adalah siswa yang nilai akademisnya rendah. Dari pencapaian nilai UN, nilai mereka yang bercita-cita jadi guru di bawah rata-rata nilai siswa yang memilih profesi lain.
 
“Lalu seperti apa prestasi yang ingin menjadi guru tadi, nilai Bahasa Indonesianya lumayan, Bahasa inggris lumayan, tapi masih di bawah 50. Matematikanya not so bad, lumayan, jadi intinya siapa yang ingin menjadi guru adalah not the best dari siswa itu,” papar Totok.
 
Padahal, profesi guru menuntut seseorang memiliki kecerdasan dalam mengajar dan paham materi yang diajarkan. Jika tidak pintar, bagaimana bisa siswa yang diajarkan menjadi berguna bagi bangsa Indonesia.
 
“Harapannya siswa terbaik menjadi guru itu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memang dilakukan oleh orang-orang terbaik. Daya tarik menjadi guru ini kurang. Kemendikbud seharusnya banyak kampanye nanti ya,” pungkasnya.
 
Lihat Video:
 

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif