Peringatan Hari Guru Nasional 2018, Medcom.id/Citra Larasati.
Peringatan Hari Guru Nasional 2018, Medcom.id/Citra Larasati.

Milenial Ogah Jadi Guru, PGRI Tak Terkejut

Pendidikan Kebutuhan Guru
Intan Yunelia • 09 Mei 2019 13:31
Jakarta: Hasil survei angket Ujian Nasional (UN) tentang minimnya minat "milenial" yang bercita-cita menjadi guru sebagai profesi masa depan ternyata tidak mengejutkan bagi PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Organisasi profesi guru yang beranggotakan tiga juta guru ini mengakui, profesi pahlawan tanpa tanda jasa memang tak lagi menjanjikan materi.
 
Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi menyadari adanya fakta profesi tenaga pendidik bukan profesi impian anak muda saat ini. Ditambah di sejumlah media massa kerap diberitakan bahwa nasib kesejahteraan guru saat ini sangat rendah.
 
“Itu sudah bisa diduga, bahwa minat itu akan turun. Disebabkan karena profesi guru sekarang sudah enggak menarik lagi terutama secara finansial,” kata Unifah di Jakarta, Kamis 9 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahapan dan prasyarat menjadi guru profesional yang tersertifikasi pun semakin tidak mudah. Gelar sarjana pendidikan bukan jaminan bisa langsung diangkat menjadi guru profesional. Calon guru harus menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG) satu hingga dua tahun dengan biaya mandiri.
 
Baca:Milenial Pilih Jadi Youtuber Daripada Guru
 
Ditambah lagi seretnya pencairan tunjangan kinerja guru akan jadi pertimbangan para milenial. Melihat fakta-fakta di atas, membuat kalangan anak muda berpikir seribu kali untuk menjadi guru.
 
“Orang akan melihat lebih menarik jika tunjangan kinerja enggak berbelit-belit. Jadi kalau ini diteruskan maka kita akan susah mendapatkan calon guru yang the best,” terang Unifah.
 
Pemerintah seharusnya memberikan apresiasi lebih kepada para guru yang sudah totalitas menjalankan profesi ini. Seperti memperhatikan dua kali gaji pokok dan tersertifikasi.
 
Sehingga, kata Unifah, calon guru terbaik ini akan menjadi semangat untuk menjalankan amanah sebagai guru yang mencerdaskan bangsa.
 
“Kalau motivasinya kesejahteraan maka kami akan sulit, tapi kan nggak bisa lepas kesejahteraan dengan motivasi. Maka harus ada spesial intensif jika mau dapat calon terbaik,” tegasnya.
 
Profesi guru kurang diminati siswa, sebagai profesi yang menjanjikan di masa depan. Bahkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), lebih banyak siswa yang memilih profesi Youtuber ketimbang menjadi guru.
 
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan, dari jumlah responden yang diuji, hanya 11 persen di antaranya saja yang tertarik menjadi guru di masa mendatang. Dari 11 persen itu pun, siswa yang tertarik menjadi guru didominasi perempuan dan rata-rata memiliki nilai UN di bawah rata-rata.
 
Mayoritas siswa memilih profesi yang lebih menjanjikan dari segi finansial di masa depan. Seperti menjadi pengusaha dan profesi sebagai Youtuber yang kini digandrungi kalangan milenial.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif