Platform AI. DOK bijakcerdas.dicoding.com
Platform AI. DOK bijakcerdas.dicoding.com

Pemerintah Sediakan Platform Pembelajaran AI, Semakin Bijak dan Cerdas Manfaatkan Digitalisasi

Ilham Pratama Putra • 10 Februari 2026 13:31
Ringkasnya gini..
  • Kemenko PMK meluncurkan platform pembelajaran Artificial Intelligence dan berdigital untuk anak, guru, hingga orang tua.
  • Platform AI menyediakan informasi edukatif seputar AI dan berdigital sesuai dengan kategori pembaca yaitu anak, guru atau orang tua.
  • Diharapkan banyak masyarakat memanfaatkan platform tersebut. Sebab, platform tersebut sangat bermanfaat di era derasnya pengaruh teknologi.
Depok: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan platform pembelajaran Artificial Intelligence dan berdigital secara terbuka untuk masyarakat. Modul pembelajaran ini bisa diakses baik untuk anak, guru, hingga orang tua.
 
"Supaya masyarakat semakin bijak dan cerdas dalam memanfaatkan digitalisasi serta kecerdasan artifisial," kata Menko PMK Pratikno dalam acara Konsolidasi Nasional Dikdasmen 2026 di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Senin, 9 Februari 2026.
 
Ia mengatakan platform tersebut akan menganut sistem Massive Open Online Course (MOOC). Sehingga menyediakan informasi edukatif seputar AI dan berdigital sesuai dengan kategori pembaca yaitu anak, guru atau orang tua.

“Kami akan launching platform pembelajaran bagi anak, bagi guru, dan bagi orang tua untuk bijak dan cerdas ber-digital dan ber-AI," tegas dia.
 
Pratikno berharap banyak masyarakat memanfaatkan platform tersebut. Sebab, platform tersebut sangat bermanfaat di era derasnya pengaruh teknologi.
 
Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan saat ini tidak dapat dihindarkan. Sehingga manusia yang bekerja dan belajar tanpa menggunakan kemajuan teknologi tersebut akan kalah dengan mereka yang memanfaatkan kecerdasan buatan.
 
Di lain sisi, pemanfaatan platform tersebut akan menghindarkan masyarakat dari hal-hal negatif di era digital, baik secara  individu atau sosial di masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah menilai masyarakat perlu menerima edukasi terkait etika dalam memanfaatkan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kegiatan belajar mengajar.
 
“Manusia menggunakan digital sangat sulit bisa dikalahkan oleh manusia dengan dibantu AI karena kecerdasan IQ AI sekarang sudah diperkirakan 135, sementara IQ manusia super cerdas 120-an. Jadi, tetapi kalau tidak digunakan secara bijak dan cerdas, ini juga berisiko,” ujar dia.
 
Pratikno mengatakan informasi edukatif tersebut dapat diakses melalui laman bijakcerdas.dicoding.com. "Ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk membangun SDM unggul dan tangguh di era disrupsi," ujar dia.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan