Unggahan Wamendiktisaintek Stella Christie. Foto: Instagram
Unggahan Wamendiktisaintek Stella Christie. Foto: Instagram

Fakta Mengejutkan! Pencipta ChatGPT Ternyata 'Murid' Suami Wamen Stella

Bramcov Stivens Situmeang • 03 Februari 2026 13:44
Ringkasnya gini..
  • Di balik kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti Chat GPT, terdapat para fisikawan teori yang berperan penting.
  • Salah satunya adalah mahasiswa dari suami Wamendiktisaintek Stella Christie, yakni Profesor Bartek Czech di Stanford University.
  • Pencipta Chat GPT adalah Sam Altman, pria kelahiran Chicago, Illinois, pada 22 April 1985
​Jakarta: Banyak yang tak menyangka bahwa di balik kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, terdapat para fisikawan teori yang berperan penting. Salah satunya adalah pencipta ChatGPT yang ternyata mahasiswa dari suami Wamendiktisaintek Stella Christie, yakni Profesor Bartek Czech di Stanford University.
 
Fakta menarik ini terungkap melalui unggahan Stella di akun Instagram pribadinya, @prof.stellachristie, sekaligus menceritakan perjalanan pemulihan suaminya pascakecelakaan ski yang dialaminya di Aspen, Colorado, Amerika Serikat pada pertengahan Januari lalu. Profesor Bartek Czech mengalami kecelakaan serius saat bermain ski di Aspen, Colorado, pada 18 Januari 2026.
 
Kecelakaan tersebut mengakibatkan cedera yang cukup parah, termasuk patah tulang belakang, cedera pada rongga dada, pembuluh darah arteri (aorta) yang robek, serta patah tulang pada wajah dan lengannya. Bartek langsung dibawa dengan helikopter ke Rumah Sakit St. Mary's di Grand Junction, Colorado, dan menjalani tiga operasi besar.

Mendengar kabar tersebut, Stella segera terbang sendirian dari Jakarta menuju Amerika Serikat. Perjalanan udara yang ditempuhnya membutuhkan waktu hampir 40 jam hingga akhirnya tiba di rumah sakit tempat suaminya dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU).
 
Selama berhari-hari, Stella mendampingi Bartek sambil tetap menjalankan tugasnya sebagai Wakil Menteri, bahkan membaca paper ilmiah tentang Aortic Aneurysm yang berkaitan dengan cedera suaminya.
 
Stella menjelaskan, sebenarnya Bartek berada di Aspen untuk menghadiri sebuah pertemuan penting antara para fisikawan teori dan tokoh-tokoh besar di dunia AI, termasuk pendiri Google, Sergey Brin. Menariknya, pertemuan para profesor elit ini diadakan di desa ski, mirip dengan pertemuan para pemimpin negara di Davos, Swiss.
 
“Kami sekeluarga sering ke Aspen dan juga sangat berpengalaman ski. Bahkan lebih sering ski di gunung bebas, bukan di ski di resort. Bayu umur 3 tahun saja sudah dibawa berkemah di salju dan ski,” ungkap Stella
 
Namun, takdir berkata lain. Kecelakaan parah justru terjadi saat ia bermain ski di resort yang seharusnya lebih aman. Di sisi lain, terungkap pula bahwa banyak tokoh penting di balik perkembangan AI yang memiliki latar belakang sebagai fisikawan teori.

Pencipta ChatGPT

Stella mengungkapkan bahwa salah satu pencipta ChatGPT adalah mahasiswa Bartek sewaktu mengajar di Stanford University. “Kok fisikawan ngumpul bareng sama orang-orang AI? Ternyata banyak orang dibalik AI tadinya adalah fisikawan teori. Misalnya, salah satu pencipta chat GPT adalah murid Bartek di Stanford,” kata Stella
 
Lantas, siapa sosok pencipta ChatGPT ini? Berikut penjelasannya

Siapa itu Sam Altman?

Mengacu pada laman Britannica, pencipta ChatGPT adalah Sam Altman. Pria kelahiran Chicago, Illinois, pada 22 April 1985 ini merupakan pengusaha dari Amerika yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) OpenAI, perusahaan kecerdasan buatan yang mengembangkan ChatGPT.
 
Sebelumnya, Altman pernah menjadi presiden akselerator startup Y Combinator dari 2014 hingga 2019. Ia sendiri mengenyam pendidikan di Stanford University dengan jurusan ilmu komputer, namun memutuskan keluar setelah dua tahun.
 
Altman mengaku lebih banyak bermain poker bersama teman-temannya daripada menghadiri kuliah. “Bagaimana memperhatikan pola pada orang dari waktu ke waktu, bagaimana membuat keputusan dengan informasi yang sangat tidak sempurna, bagaimana memutuskan kapan itu sepadan dengan rasa sakit, dalam arti tertentu, untuk mendapatkan lebih banyak informasi. Ini adalah permainan yang hebat,” katanya dikutip dari laman New York Times.
 
ChatGPT sendiri telah menjadi perangkat lunak yang merespons pertanyaan dari pengguna. Respons program yang cepat terhadap topik apa pun dan penguasaannya yang mengesankan terhadap bahasa Inggris tertulis membuat banyak orang terpesona. Dalam lima hari, lebih dari satu juta pengguna telah mendaftar.
 
Nah, setelah mengenal sosok Sam Altman, mari kita kembali ke pertemuan di Aspen yang dihadiri Bartek sebelum kecelakaan terjadi. Dalam pertemuan di Aspen tersebut, Sergey Brin menyampaikan pandangannya tentang masa depan AI.
 
“Sergey Brin sendiri bersabda kalau orang yang sangat ahli dalam bidangnya tidak akan diganti akan tetapi akan empowered. Dia belum bilang secara langsung tapi saya rasa dia pikir orang yang kurang ahli atau belum sangat baik dalam bidangnya memang akan diganti,” beber Suami Stella, Profesor Bartek.
 
Kini, perjalanan menuju kesembuhan total Bartek masih sangat panjang, meski fase kritis sudah terlewati. Stella telah kembali ke Indonesia pada 2 Februari 2026 untuk melaksanakan tugasnya, termasuk menghadiri pertemuan dengan delegasi universitas Inggris di Jakarta, dan meninggalkan Bartek sendirian di rumah sakit Grand Junction.
 
Nah, itulah ulasan terkait sosok pencipta ChatGPT yang ternyata murid suami Wamen Stella saat di Oxford. Semoga bermanfaat ya! 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan