Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, MI/Ramdani.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, MI/Ramdani.

Ganjar Siap Beri Sanksi Pelaku Tipu-tipu Domisili PPDB

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Mustholih • 27 Juni 2019 18:14
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta orang tua murid tidak perlu cemas dalam menghadapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019/2020. Ganjar mengancam bakal memberi sanksi tegas kepada orangtua murid dan calon siswa yang menipu lewat surat keterangan domisili.
 
"Kalau kualitas guru dianggap kurang, nanti kita rotasi. Kalau fasilitas kurang, nanti kita perbaiki," ujar Ganjar di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Ganjar mengakui, masih menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait PPDB di Jateng. Namun, ia menilai komplain tersebut bertujuan memacu pemerintah menyamakan derajat sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang bingung dan cemas, konsultasi ke Dinas. Agar tidak ada kecurigaan," seru Ganjar.
 
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah akhirnya menerbitkan petunjuk teknis (juknis) atas revisi Permendikbud 51 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru. Dalam revisi tersebut, memuat perubahan pada kuota jalur prestasi yang semula sebesar 5 persen menjadi 5-15 persen, dan kuota jalur zonasi yang menyesuaikan menjadi 80 persen.
 
Baca: PPDB SMK dan SMA Jawa Tengah Segera Dibuka
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri, mengatakan kuota jalur prestasi (nonzonasi) yang semula hanya 5 persen berubah menjadi 5-15 persen pada PPDB tahun ajaran 2019/2020. "Sudah keluar (juknis), 15 persen dari jalur prestasi. Sudah pasti. Masyarakat sudah diberi tahu bisa memilih jalur-jalur itu," kata Jumeri kepada Medcom.id.
 
Dalam petunjuk teknis bernomor: 421/10534 yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah itu dinyatakan bahwa PPDB 2019/2020 hanya berlaku bagi Sekolah Menengah Atas Negeri. Pada Bab III, poin c jalur zonasi PPDB SMA, ditulis calon peserta didik yang wajib diterima melalui jalur zonasi sekurang-kurangnya 80 persen yang dilakukan melalui seleksi berdasarkan jarak terdekat domisili calon peserta didik.
 
Adapun pada poin 2 jalur prestasi ditulis, calon peserta didik yang diterima paling banyak 15 persen dari jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima. Sedangkan pada poin b jalur perpindahan tugas orang tua/ wali ditulis calon peserta didik yang diterima adalah paling banyak 5 persen dari jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.
 
Baca:Peraih Nilai UN Tertinggi Masuk Sekolah Impian Sedari SD
 
Pada Bab III tentang PPDB SMK ditulis PPDB SMK tidak menerapkan jalur zonasi sebagaimana pada PPDB SMA. Namun menggunakan sistem seleksi dengan komponen penilaian Nilai Ujian Nasional SMP/MTs atau yang sederajat yang dibuktikan dengan SHUN.
 
Apabila nilai hasil UN dalam rentang nol sampai seratus, maka dikonversi menjadi rentang nilai nol sampai sepuluh. Nilai prestasi juga diberikan kepada calon peserta didik yang memiliki prestasi di bidang akademik dan atau nonakademik.
 
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebentar lagi membuka pendaftaraan Penerimaan Peserta Didik Baru untuk Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan tahun ajaran 2019/2020. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri, mengatakan pendaftaraan dibuka pada 1 sampai 5 Juli 2019.
 
Menurut Jumeri, pengumuman hasil seleksi PPDB diselenggarakan pada 9 Juli 2019. "PPDB online SMA-SMK di Jateng akan dimulai 1 sampai 5 Juli. Saat ini sedang dilakukan pengambilan akun untuk SMK. 24 sampai 28 Juni pengambilan akun untuk SMA," kata Jumeri kepada wartawan, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 20 Juni 2019.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif