Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Jumeri, saat melayani wawancara. Foto: Mustholih
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Jumeri, saat melayani wawancara. Foto: Mustholih

PPDB SMK dan SMA Jawa Tengah Segera Dibuka

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Mustholih • 20 Juni 2019 15:31
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebentar lagi membuka pendaftaraan Penerimaan Peserta Didik Baru untuk Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan tahun ajaran 2019/2020. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri, mengatakan pendaftaraan dibuka pada 1 sampai 5 Juli 2019.
 
"PPDB online SMA-SMK di Jateng akan dimulai 1 sampai 5 Juli. Saat ini sedang dilakukan pengambilan akun untuk SMK. 24 sampai 28 Juni pengambilan akun untuk SMA," kata Jumeri kepada wartawan, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 20 Juni 2019.
 
Menurut Jumeri, pengumuman hasil seleksi PPDB diselenggarakan pada 9 Juli 2019.
"Siswa masuk pertama 15 juli," ujar Jumeri menegaskan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam upaya menyelenggarakan PPDB berjalan lancar, Dinas Pendidikan Jawa Tengah sudah menggelar ujicoba pendaftaraan PPDB bagi siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah.
 
Menurut Jumeri, uji coba itu sempat diwarnai kesalahpahaman para orang tua siswa di SMK 7 Semarang.
 
"Minggu lalu sudah lakukan uji coba, sekolah-sekolah mengundang siswa SMP dan MTS. Ini yang dipahami masyarakat sebagai pendaftaran padahal belum pendaftaran. Di SMK 7 uji coba dihentikan karena kapasitas sudah tinggi dan orang mengira pendaftaran ditutup padahal belum dimulai," ungkap Jumeri.
 
Jumeri berujar Jawa Tengah tetap konsisten menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang pembagian zonasi. Hanya saja, kuota 90 persen untuk pendaftar di dalam zona dibagi menjadi dua kamar.
 
"Jalur prestasi luar zona 5 persen. 5 persen jalur perpindahan orang tua. 90 persen kita mengambil ijtihad dibagi dua kamar seleksi. Seleksi prestasi dalam zona 20 persen dan zonasi murni 70 persen. jadi 90 persen itu tetap warga dalam zona yang bersangkutan," jelas Jumeri.
 
Jumeri meminta orang tua siswa jangan gugup saat mendaftarkan anaknya dalam PPDB online.
 
"Ikuti prosedur dengan baik, pahami cara-caranya, tidak usah gugup. Memang kapsitas kita tidak bisa menampung semua lulusan SMP MTS. Tapi ikuti dengan normal tidak usah melakukan pemalsuan dokumen dan keterangan domisili. Saya yakin anak-anak akan mendapatkan haknya sesuai dengan peraturan," jelas Jumeri.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif