Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan pemerintah telah membangun lebih dari 7.586 ruang praktik yang tersebar di SMK, SLB, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Termasuk juga pembangunan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Nah salah satu yang kami perkuat terutama untuk pendidikan vokasional yang ada di SMK, SLB, vokasional SKB dan PKBM ini adalah bagaimana kami memastikan ruang-ruang praktik yang memadai. Ini penting, sehingga kami bangun lebih dari 7.586 ruang praktik,” ujar Tatang di Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.
| Baca juga: 30 SMK Negeri dengan Nilai Rerata TKA Tertinggi di Jawa Barat, Ada Sekolahmu? |
Menurut Tatang, keberadaan ruang praktik yang lebih memadai akan membantu siswa lebih siap beradaptasi dengan lingkungan industri. Terutama ketika siswa SMK menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Dengan adanya pembiasaan dan familiaritas, mereka jadi lebih mudah masuk ke industri. Penyesuaiannya juga bisa lebih cepat,” katanya.
Dia mengakui fasilitas praktik di sekolah saat ini memang belum sepenuhnya menyamai kondisi riil di dunia industri atau pabrik. Meski demikian, ruang praktik tersebut dinilai cukup penting bagi para siswa SMK.
"Ruang praktik ini penting untuk membangun kemampuan dasar siswa sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja," tegasnya.
| Baca juga: Keren, 130 SMK di Jawa Timur Kembangkan Kendaraan Listrik |
Ia berharap ruang praktik SMK, SLB, SKB, maupun PKBM nantinya bisa lebih berkembang. Ruang praktik fasilitasi pemerintah itu kata dia diharapkan sangat mampu bersaing dengan kondisi nyata di pabrik.
Lebih lanjut, penguatan fasilitas praktik ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokas. Sekaligus melahirkan lulusan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan dunia kerja.
"Ketika anak-anak sudah terbiasa dengan dasar-dasarnya, mereka akan lebih mudah berkembang ke level yang lebih tinggi,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News