Surabaya: Sebanyak 130 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur mengembangkan kendaraan listrik berbasis konversi bahan bakar minyak (BBM). Karya para siswa tersebut dipamerkan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi kemampuan siswa SMK dalam mengembangkan kendaraan listrik yang dinilai memiliki kualitas dan daya saing tinggi.
“Luar biasa. Anak-anak SMK Jawa Timur membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan teknologi yang sangat membanggakan," ujar Khofifah Indar Parawansa dikutip dari Antara.
Menurut Khofifah kendaraan listrik hasil karya siswa SMK bukan sekadar proyek praktik sekolah, tetapi sudah menunjukkan potensi untuk menjawab kebutuhan industri otomotif masa depan.
Ia menilai pengembangan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan penggunaan energi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Baca Juga:
Bocoran Terbaru Skema Insentif Motor dan Mobil Listrik
“Menurut saya ini menjadi pendorong semangat bagaimana menuju Net Zero Emission 2060. Bagaimana kita mengkonversi energi dari fosil ke nonfosil. Dan itu dimulai dari anak-anak SMK, saya rasa ini keren sekali,” katanya.
Khofifah menjelaskan pameran kendaraan listrik sengaja digelar pada momentum Hardiknas untuk memperlihatkan kapabilitas dan kreativitas siswa SMK Jawa Timur kepada masyarakat sekaligus membuka peluang kerja sama dengan dunia industri.
“Yang menarik, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik ini rata-rata sudah mencapai 50 persen. Hanya beberapa komponen tertentu yang masih impor,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan Hardiknas menjadi momentum untuk menunjukkan hasil pembelajaran siswa yang relevan dengan kebutuhan industri otomotif dan kendaraan listrik.
“Ini bukti nyata bahwa keterampilan dan kompetensi para siswa kita tidak kalah dengan buatan industri. Yang dibuat para siswa ini bukan lagi sekadar alat praktik, tetapi sudah bisa digunakan oleh pasar,” kata Aries.
Baca Juga:
Bocor Halus Bikin Pusing, Ini Cara Deteksi Kebocoran di Ban Mobil
Ia menjelaskan dari total 481 SMK jurusan otomotif di Jawa Timur, sebanyak 130 sekolah telah mengembangkan kendaraan listrik, baik berupa kendaraan baru maupun hasil konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik.
Menurut Aries beberapa SMK bahkan telah menerima permintaan dari perusahaan untuk melakukan konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri. Dalam pameran tersebut, sejumlah sekolah yang menampilkan kendaraan listrik antara lain SMK Wijaya Putra Surabaya, SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo, SMK Antartika 1 Sidoarjo, SMK Krian 2 Sidoarjo, dan SMK Senopati Sedati Sidoarjo.
Surabaya: Sebanyak 130
sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur mengembangkan
kendaraan listrik berbasis konversi
bahan bakar minyak (BBM). Karya para siswa tersebut dipamerkan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi kemampuan siswa SMK dalam mengembangkan kendaraan listrik yang dinilai memiliki kualitas dan daya saing tinggi.
“Luar biasa. Anak-anak SMK Jawa Timur membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan teknologi yang sangat membanggakan," ujar Khofifah Indar Parawansa dikutip dari Antara.
Menurut Khofifah kendaraan listrik hasil karya siswa SMK bukan sekadar proyek praktik sekolah, tetapi sudah menunjukkan potensi untuk menjawab kebutuhan industri otomotif masa depan.
Ia menilai pengembangan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan penggunaan energi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
“Menurut saya ini menjadi pendorong semangat bagaimana menuju Net Zero Emission 2060. Bagaimana kita mengkonversi energi dari fosil ke nonfosil. Dan itu dimulai dari anak-anak SMK, saya rasa ini keren sekali,” katanya.
Khofifah menjelaskan pameran kendaraan listrik sengaja digelar pada momentum Hardiknas untuk memperlihatkan kapabilitas dan kreativitas siswa SMK Jawa Timur kepada masyarakat sekaligus membuka peluang kerja sama dengan dunia industri.
“Yang menarik, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik ini rata-rata sudah mencapai 50 persen. Hanya beberapa komponen tertentu yang masih impor,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan Hardiknas menjadi momentum untuk menunjukkan hasil pembelajaran siswa yang relevan dengan kebutuhan industri otomotif dan kendaraan listrik.
“Ini bukti nyata bahwa keterampilan dan kompetensi para siswa kita tidak kalah dengan buatan industri. Yang dibuat para siswa ini bukan lagi sekadar alat praktik, tetapi sudah bisa digunakan oleh pasar,” kata Aries.
Ia menjelaskan dari total 481 SMK jurusan otomotif di Jawa Timur, sebanyak 130 sekolah telah mengembangkan kendaraan listrik, baik berupa kendaraan baru maupun hasil konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik.
Menurut Aries beberapa SMK bahkan telah menerima permintaan dari perusahaan untuk melakukan konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri. Dalam pameran tersebut, sejumlah sekolah yang menampilkan kendaraan listrik antara lain SMK Wijaya Putra Surabaya, SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo, SMK Antartika 1 Sidoarjo, SMK Krian 2 Sidoarjo, dan SMK Senopati Sedati Sidoarjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)