Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Masih Zaman MPLS Kena Pelonco? Wamendikdasmen Pastikan Sekolah Jadi Tempat Paling Aman

Ilham Pratama Putra • 13 Juli 2026 12:53
Ringkasnya gini..
  • MPLS diminta menjadi miniatur Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
  • Kemendikdasmen mengawasi pelaksanaan MPLS lewat sosialisasi dan kunjungan.
  • Sekolah diminta memastikan tidak ada bullying maupun perpeloncoan.
Jakarta: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak sekadar menjadi agenda penyambutan peserta didik baru. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan MPLS harus menjadi miniatur Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang tengah dikembangkan pemerintah.
 
Menurut Fajar, pelaksanaan MPLS menjadi momentum awal membangun budaya sekolah yang bebas dari perundungan maupun praktik perpeloncoan. Karena itu, seluruh sekolah diminta menjalankan MPLS sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Kemendikdasmen.
 
"Prinsip kita ini MPLS ini adalah miniatur dari BSAN, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Nah itu yang sedang kami galakkan," kata Fajar saat meninjau pelaksanaan MPLS 2026 di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, Senin 13 Juli 2026.
 
Baca juga: Pantau Hari Pertama MPLS, Walkot Bandung: Tak Boleh Ada Kekerasan!  

Ia mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah agar pelaksanaan MPLS di seluruh Indonesia berjalan sesuai koridor. Selain menerbitkan regulasi, Kemendikdasmen juga menggencarkan sosialisasi dan melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah.

"Pertama tentu kita sudah bikin surat edaran. Yang kedua kita juga melakukan sosialisasi. Yang ketiga kami juga melakukan secara proaktif datang ke sekolah-sekolah," ujar dia.
 
Fajar mengungkapkan dirinya sebelumnya telah mengunjungi salah satu SMP negeri di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, untuk memastikan kesiapan pelaksanaan MPLS. Dalam kunjungan tersebut, ia mengingatkan sekolah agar tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan selama kegiatan berlangsung.
 
"Kami sampaikan juga bagaimana pelaksanaan MPLS di daerah itu harus betul-betul sesuai dengan koridor yang sudah kita tetapkan. Tidak ada pembulian, kemudian tidak ada perpeloncoan. Itu harus betul-betul menjadi tempat yang ramah, aman, dan nyaman buat anak," tegasnya.
 
Dalam kunjungannya ke SMA Labschool Kebayoran, Fajar berdialog dengan sekitar 290 peserta didik baru. Ia menekankan pentingnya menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang mampu menghadirkan lingkungan belajar yang ramah, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
 
"Tadi kita tekankan bahwa sekolah itu harus menjadi rumah kedua buat anak-anak kita. Sekolah harus menjadi ekosistem pembelajaran yang ramah, inklusif, dan mendorong pertumbuhan anak," ucapnya.
 
Selain itu, Fajar mendorong peserta didik baru memiliki mimpi dan cita-cita sejak hari pertama bersekolah. Menurutnya, tujuan hidup akan menjadi arah bagi siswa dalam menjalani proses belajar selama di sekolah.
 
Ia juga mengajak siswa membangun budaya belajar sepanjang hayat. Menurutnya, tiga tahun masa belajar di SMA harus menjadi "kawah candradimuka" untuk membentuk karakter pemimpin sekaligus pembelajar yang memiliki budaya literasi kuat.
 
Fajar menilai SMA Labschool Kebayoran menjadi salah satu contoh sekolah yang berhasil menumbuhkan kepemimpinan peserta didik. Hal itu, kata dia, tercermin dari capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang termasuk terbaik di tingkat nasional.
 
"Kalau semangat seperti ini direplikasi di banyak sekolah, saya kira bisa meningkatkan kualitas pembelajaran di banyak tempat juga," ujarnya.
 
Ke depan, Kemendikdasmen akan terus memantau pelaksanaan MPLS hingga ke berbagai daerah, termasuk di luar Pulau Jawa. "Jadi ini untuk memastikan seluruh sekolah merasakan kehadiran pemerintah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas," pungkasnya. 
 
Baca juga: MPLS di Jenjang TK: Fokus Bermain, Bukan Belajar Terstruktur  

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA