Taman Kanak-Kanak. Foto: Kemendikdasmen
Taman Kanak-Kanak. Foto: Kemendikdasmen

MPLS di Jenjang TK: Fokus Bermain, Bukan Belajar Terstruktur

Citra Larasati • 11 Juli 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti dorong MPLS ramah anak agar sekolah jadi rumah kedua sesuai arahan Budaya ASRI.
  • Transisi belajar dirancang tanpa tekanan. Anak diajak adaptasi perlahan lewat bermain dan eksplorasi seru.
  • Kesuksesan MPLS butuh kolaborasi guru dan orang tua agar anak merasa aman dan percaya diri di sekolah.
Jakarta: Memasuki tahun ajaran baru, Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) kini didorong untuk jauh dari kesan kaku, apalagi menakutkan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meminta seluruh sekolah menciptakan vibes belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para peserta didik baru.
 
Langkah strategis ini penting agar anak-anak memiliki impresi positif pada pengalaman pertama mereka di sekolah. Demi mewujudkannya, transisi yang mulus membutuhkan kekompakan super team antara pihak sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat sekitar.
 
Bagi peserta didik, khususnya di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), hari-hari pertama sekolah adalah fase krusial. Di masa ini, mereka tidak cuma dipaksa beradaptasi dengan lingkungan baru, tetapi juga sedang membangun rasa aman, rasa percaya diri, serta bonding dengan guru dan circle pertemanan sebayanya. Karena itu, MPLS wajib dirancang se-ramah mungkin tanpa membebani mental anak.

"Sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden tentang membangun gerakan budaya yang ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Maka kami mengajak semua pihak yang menyelenggarakan pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, baik lingkungan fisik, lingkungan sosial, lingkungan spiritual, dan lingkungan intelektual. Mudah-mudahan dengan pendekatan itu, semua dapat belajar dengan gembira dan sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi anak-anak kita," ujar Abdul Mu'ti dalam keterangannya, dikutip Jumat, 10 Juli 2026.

Fokus Bermain, Bukan Belajar Terstruktur

Konsep Budaya ASRI ini menegaskan bahwa lingkungan belajar yang baik tak sekadar soal kelengkapan sarana fisik, tetapi juga kehangatan interaksi. Salah satu praktik sukses penerapan MPLS ramah anak ini bisa dilihat di TK ABA Semesta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka menyulap MPLS sebagai masa tenang buat anak beradaptasi.
 
Kepala TK ABA Semesta, Shofia Amalia, menyebut masa adaptasi ini berlangsung santai selama dua pekan penuh tanpa tuntutan akademik.
 
"Selama dua minggu pertama belum ada pembelajaran yang terstruktur. Fokus kami adalah mengenalkan lingkungan sekolah, membangun kedekatan antara anak dan guru, serta menghadirkan berbagai kegiatan bermain dan eksplorasi agar anak merasa nyaman. Pada masa ini, guru juga melakukan observasi awal untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan, kebutuhan, dan karakteristik setiap anak sebagai dasar penyusunan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangannya," jelas Shofia.
 
Beragam aktivitas asyik seperti bermain bebas, melatih motorik fisik, mendengarkan dongeng, hingga membuat karya sederhana menjadi menu wajib sehari-hari. Bermain dijadikan senjata utama agar anak bisa menikmati sekolah tanpa tekanan.

Peran Krusial Orang Tua

Tentu saja, guru yang asyik belum cukup jika tidak didukung dari rumah. Guru TK ABA Semesta, Ani Maghfiroh, menekankan pentingnya peran orang tua sebagai sistem pendukung utama saat anak mulai masuk sekolah.
 
"Ketika orang tuanya ikhlas melepas anak ke sekolah, percaya pada sekolah, maka proses transisinya akan menjadi lebih mudah," ungkap Ani.
 
Agar lebih relate dan terkoneksi, sekolah menginisiasi pertemuan khusus dengan orang tua sebelum tahun ajaran dimulai. Selain itu, TK ABA Semesta juga punya inovasi literasi seru bernama "Ayah Bercerita". Program ini sukses menumbuhkan kecintaan anak pada buku sejak dini sekaligus mempererat hubungan ayah dan anak.
 
Praktik baik ini menjadi bukti nyata bahwa menciptakan sekolah sebagai "rumah kedua" bukanlah hal mustahil. Dengan kolaborasi penuh dan lingkungan yang ASRI, sekolah siap menjadi ruang paling exciting bagi anak-anak merangkai masa depannya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA