Strawberry Moon. DOK Freepik
Strawberry Moon. DOK Freepik

Fenomena Strawberry Moon: Catat Jadwal Terbaik dan Cara Menyaksikannya di Indonesia!

Renatha Swasty • 30 Juni 2026 14:53
Ringkasnya gini..
  • Penamaan ini muncul karena bulan purnama Juni selalu bertepatan dengan masa panen buah stroberi liar yang tumbuh di alam bebas.
  • Strawberry Moon jatuh pada dini hari sekitar pukul 06.57 WIB tanggal 30 Juni 2026.
  • Bulan akan tampak besar dan bercahaya kekuningan karena posisinya yang masih dekat dengan langit.
Jakarta: Fenomena langit indah kembali hadir melalui kemunculan Strawberry Moon atau Bulan Stroberi. Bulan purnama yang bersinar di pertengahan tahun 2026 ini bakal menyuguhkan pemandangan malam yang luar biasa cantik.
 
Meskipun namanya terdengar manis, fenomena ini bukan berarti mengubah bentuk atau warna Bulan menjadi stroberi raksasa. Istilah unik tersebut diambil dari tradisi kuno yang berhubungan erat dengan aktivitas manusia dan pergantian musim.
 
Kemunculan Strawberry Moon kali ini bertepatan dengan titik balik matahari atau summer solstice, yaitu momen penanda mulainya musim panas ketika siang hari berlangsung paling lama dalam setahun.

Uniknya lagi, posisi Bulan kali ini berada di jalur orbit paling rendah sepanjang tahun. Karena posisinya yang dekat dengan garis langit, satelit alami Bumi tersebut akan terlihat jauh lebih memesona.
 
Saat mulai terbit, akan ada ilusi optik yang membuat ukuran Bulan tampak jauh lebih besar dari biasanya. Fenomena menarik ini tentu menjadi momen langka yang bisa langsung dinikmati dengan mata telanjang tanpa perlu alat bantu.

Dari Mana Asal Nama Strawberry Moon?

Dikutip dari laman space.com, sebutan Strawberry Moon ternyata sudah digunakan sejak lama oleh suku Algonquian, salah satu kelompok masyarakat asli benua Amerika. Penamaan ini muncul karena bulan purnama Juni selalu bertepatan dengan masa panen buah stroberi liar yang tumbuh di alam bebas.
 
Selain istilah tersebut, ternyata masih banyak sebutan lain yang digunakan berbagai suku untuk menamai purnama bulan Juni. Suku Haida menyebutnya sebagai masa ‘buah-buahan mulai matang’, suku Cherokee menamainya terkait jagung hijau, sedangkan suku Tlingit mengaitkannya dengan musim kelahiran berbagai hewan.
 
Tak hanya di Amerika, masyarakat Eropa memiliki istilah tersendiri untuk menyebut purnama bulan keenam ini. Beberapa di antaranya berkaitan dengan cuaca yang mulai menghangat, hewan kuda, hingga aktivitas memotong rumput padang yang biasa dilakukan pada masa tersebut.

Kapan Strawberry Moon Terlihat di Indonesia?

Bagi masyarakat Indonesia, puncak purnama Strawberry Moon jatuh pada dini hari sekitar pukul 06.57 WIB tanggal 30 Juni 2026. Sayangnya, waktu tersebut bertepatan dengan langit yang sudah mulai terang sehingga kurang ideal untuk pengamatan.
 
Waktu terbaik menyaksikan fenomena ini justru pada malam sebelumnya, yaitu saat bulan mulai terbit di ufuk timur menjelang matahari terbenam pada 29 Juni 2026. Pada momen tersebut, bulan akan tampak besar dan bercahaya kekuningan karena posisinya yang masih dekat dengan langit.
 
Malam 30 Juni juga tetap bisa dijadikan alternatif pengamatan, mengingat bulan purnama umumnya masih terlihat hampir bulat sempurna sehari sebelum maupun sesudah puncaknya. 
 
Karena Indonesia terbagi dalam tiga zona waktu, waktu terbit bulan di tiap daerah bisa sedikit berbeda sehingga penggunaan aplikasi astronomi dapat membantu menentukan jadwal yang lebih akurat sesuai lokasi masing-masing.
 

Cara Terbaik Menyaksikan Strawberry Moon

Untuk dapat menikmati keindahan Strawberry Moon, masyarakat disarankan mengarahkan pandangan ke sisi tenggara langit tepat saat matahari mulai tenggelam. Pada posisi tersebut, bulan akan terlihat perlahan naik di antara gugusan bintang rasi Sagitarius meski cahayanya yang terang dapat membuat bintang-bintang di sekitarnya menjadi kurang jelas terlihat.
 
Saat posisinya masih dekat dengan langit, bulan juga berpotensi menampilkan warna jingga kekuningan yang khas. Warna unik ini muncul akibat cahaya bulan yang harus melewati lapisan atmosfer Bumi lebih tebal sebelum akhirnya sampai ke mata pengamat.

Perayaan yang Bersamaan dengan Strawberry Moon

Selain menjadi fenomena alam, purnama kali ini juga bertepatan dengan hari raya keagamaan umat Buddha yang dikenal dengan nama Poson Poya. Perayaan ini menjadi peringatan masuknya ajaran Buddha ke wilayah Sri Lanka lebih dari dua ribu tahun lalu.
 
Pada hari tersebut, umat Buddha biasa mengisi waktu dengan mengunjungi tempat-tempat suci serta melakukan berbagai kegiatan amal. Tradisi ini menjadi salah satu cara masyarakat setempat memperingati momen bersejarah tersebut setiap tahunnya.

Deretan Fenomena yang Bisa Diamati

Tidak hanya bulan, langit malam pada bulan ini juga menyuguhkan pemandangan sejumlah bintang dan planet menarik lainnya. Bintang Antares yang berwarna kemerahan dapat terlihat tidak jauh dari posisi bulan, sementara bintang Altair tampak bersinar di sisi lain langit malam itu.
 
Bersama dua bintang tersebut, terdapat pula bintang Vega dan Deneb yang jika digabungkan akan membentuk pola segitiga yang dikenal sebagai Summer Triangle. Formasi bintang ini memang menjadi pemandangan khas yang selalu muncul di langit selama musim panas berlangsung.
 
Selain gugusan bintang, sejumlah planet juga turut menghiasi langit pada waktu yang berdekatan dengan purnama ini. Planet Jupiter dan Venus dapat terlihat di ufuk barat menjelang malam, sedangkan Saturnus dan Mars baru muncul di langit timur menjelang dini hari berikutnya.

Tips Mengabadikan Strawberry Moon

Bagi yang ingin mengabadikan momen langka ini, fase purnama menjadi waktu paling tepat karena permukaan bulan tidak memiliki bayangan sama sekali. Kondisi ini memudahkan pengamat untuk melihat lebih jelas dataran luas bekas aliran lava purba yang terbentuk miliaran tahun lalu.
 
Agar hasil foto lebih maksimal, penggunaan tripod dan alat bantu pemicu jarak jauh sangat dianjurkan untuk menghindari guncangan kamera. Selain itu, penggunaan lensa dengan jarak fokus minimal 400 mm juga akan membantu menangkap detail permukaan bulan dengan lebih tajam dan jelas. 
 
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai fenomena Strawberry Moon. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA