Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Dok IGN
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Dok IGN

200 Pelajar Jabodetabek Asah Kemampuan Jadi Diplomat Muda

Ilham Pratama Putra • 13 April 2026 14:49
Ringkasnya gini..
  • AYIMUN berikan simulasi sidang PBB kepada palajar
  • AYIMUN memberikan pemahaman isu global ke siswa untuk siap menjadi pemimpin masa depan
  • Keterampilan seperti komunikasi dan negosiasi akan sangat dibutuhkan generasi muda di masa depan
Jakarta: Sebanyak 200 pelajar dari 61 SD-SMA di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) mengikuti simulasi diplomasi internasional dalam ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Presents Al-Muhajirien MUN di Bekasi. Kegiatan ini tak sekadar kompetisi, tetapi menjadi ruang pembentukan calon pemimpin muda dengan kemampuan komunikasi, negosiasi, dan berpikir kritis.
 
“Dalam AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN, kami percaya bahwa Model United Nations bukan sekadar simulasi, tetapi merupakan pengalaman belajar yang transformatif,” ujar President International Global Network (IGN) Muhammad Fahrizal dalam keterangannya, Senin, 13 April 2026.
 
Konferensi yang digelar pada 11–12 April 2026 di Bekasi ini menghadirkan pengalaman simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Peserta diajak memahami isu global sekaligus mengasah keterampilan diplomasi sejak dini.
 
Baca juga: Asia Youth International MUN, Pintu Masuk Pelajar dan Mahasiswa Indonesia jadi Pemimpin Dunia

“Melalui MUN, para siswa diperkenalkan pada isu global, beragam perspektif, serta praktik diplomasi di dunia nyata,” ujar Fahrizal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi International Global Network (IGN), lembaga yang fokus pada pengembangan generasi muda melalui berbagai program internasional. IGN telah menyelenggarakan lebih dari 60 program sejak 2016.
 
“Partisipasi dalam program seperti AYIMUN menunjukkan inisiatif, kesadaran global, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi,” kata dia.
 
Kolaborasi juga dilakukan bersama Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai untuk memperluas akses pembelajaran global bagi pelajar Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun perspektif internasional sejak bangku sekolah.
 
Baca juga: Diplomasi Digital Pemuda, 25 Negara Pecahkan Krisis Iklim, AI dan Keamanan

“Salah satu program kami adalah AGILE yang berkolaborasi dengan IGN, dengan penilaian akhirnya melalui Al-Muhajirien MUN,” ujar Ketua Yayasan Al-Muhajirien H. M. Syafiudin.
 
Dukungan pemerintah daerah turut menguatkan pentingnya kegiatan ini bagi masa depan generasi muda. Ajang ini dinilai sebagai simulasi nyata dunia kerja dan kepemimpinan global.
 
“Saya melihat program seperti AYIMUN ini bukan sekadar kegiatan, tetapi simulasi dunia nyata,” kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono.
 
Ia menegaskan keterampilan seperti komunikasi dan negosiasi akan sangat dibutuhkan di masa depan. Terutama bagi kota besar yang membutuhkan sumber daya manusia unggul.
 
“Kita tidak hanya butuh tenaga kerja, tetapi anak muda yang mampu menjadi komunikator, negosiator, dan pemimpin,” ujar dia.
 
Dukungan juga datang dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Program seperti MUN dinilai sejalan dengan visi pembangunan generasi emas Indonesia.
 
“Program ini sejalan dengan misi Presiden Prabowo untuk membangun generasi Indonesia yang kuat melalui kompetisi yang sehat di berbagai bidang,” kata Mu’ti.
 
Ia menuturkan pendidikan berkualitas harus mampu mencetak pemimpin global. Tidak hanya berkontribusi di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional.
 
“Pendidikan yang baik tidak hanya mempersiapkan kita membangun bangsa, tetapi juga menjadi pemimpin global,” uajr dia.
 
Dalam pelaksanaannya, konferensi menghadirkan dua forum utama, yakni UNESCO untuk peserta junior dan WHO untuk peserta senior. Topik yang diangkat relevan dengan isu global, mulai dari cyberbullying hingga pelestarian pengetahuan tradisional.
 
Setiap sesi dipandu oleh moderator berpengalaman untuk memastikan diskusi berjalan interaktif. Salah satu peserta, Revina Nadine Nugraha, mengaku mendapatkan perubahan besar setelah mengikuti program MUN.
 
Revina yang sebelumnya pemalu kini lebih percaya diri berbicara di depan publik. “Melalui program MUN, saya jadi lebih percaya diri dan nyaman bersosialisasi,” ungkap Nadine.
 
Hal ini menjadi bukti ruang belajar yang tepat mampu mengembangkan potensi anak muda. Melalui AYIMUN, peserta diharapkan tidak hanya memahami isu global, tetapi juga siap menjadi pemimpin masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan