Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro ditunjuk sebagai Presiden ke-20. Foto: UN Web TV
Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro ditunjuk sebagai Presiden ke-20. Foto: UN Web TV

Profil Sidharto Reza Suryodipuro, Diplomat Senior Indonesia yang Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

Renatha Swasty • 09 Januari 2026 10:44
Jakarta: Sejarah baru terukir dalam diplomasi Indonesia. Pada Januari 2026, negara kepulauan terbesar di Asia Tenggara ini memperoleh kepercayaan luar biasa dari komunitas internasional dengan terpilihnya Sidharto Reza Suryodipuro sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 
 
Pencapaian ini mencatat sejarah yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang memimpin Dewan HAM PBB sejak lembaga ini dibentuk pada 2006. Ini bertepatan dengan peringatan 20 tahun keberadaan lembaga tersebut.
 
Posisi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2025 dipegang oleh Swiss, yaitu Jurg Lauber. Sebenarnya apa itu Dewan HAM PBB? Yuk simak selengkapnya.

Mengenal Dewan HAM PBB

Mengutip laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Dewan HAM PBB adalah badan antarpemerintah di dalam sistem PBB yang bertugas memperkuat upaya pemajuan dan perlindungan HAM di seluruh dunia. Beranggotakan 47 negara anggota, Dewan HAM dibentuk pada tahun 2006, menggantikan Komisi HAM yang pada saat itu dinilai kental dengan nuansa politisasi isu HAM.

Dewan HAM memiliki berbagai mekanisme perlindungan HAM, antara lain Universal Periodical Review (UPR) yang bertujuan mengkaji situasi HAM semua negara anggota PBB tanpa kecuali. Lembaga ini bermarkas di Jenewa, Swiss dan mengadakan tiga sesi regular setiap tahunnya.
 
Nah, siapa Sidharto Reza Suryodipuro? Yuk simak profilnya:

Latar belakang dan kehidupan awal

Sidharto Reza Suryodipuro merupakan diplomat karier yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kepentingan diplomasi Indonesia. Ia tumbuh dalam lingkungan yang mendorong pemahaman mendalam tentang hubungan internasional dan pentingnya dialog dalam menyelesaikan konflik.
 
Melansir akun Instagram @titiknolenglish, Sidharto dikenal sebagai diplomat senior Indonesia yang kini menjabat sebagai Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa sejak 2025 dan telah membangun reputasi solid dalam forum multilateral.
   

Profil pendidikan Sidharto Reza Suryodipuro

Dalam dunia pendidikan, Sidharto memiliki latar belakang akademik yang memukau. Ia memulai pendidikan tingginya dengan menempuh S1 di Hubungan Internasional dari Universitas Katolik  Parahyangan, salah satu universitas terkemuka di Indonesia yang dikenal dengan program studi hubungan internasionalnya yang berkualitas.
 
Untuk memperdalam pengetahuan dan keahliannya dalam bidang keamanan internasional, Sidharto melanjutkan pendidikan S2 di National Security Affairs (with distinction) di Naval Postgraduate School, Amerika Serikat. Ia memperoleh kesempatan emas ini melalui program beasiswa Fulbright, yang merupakan program pertukaran pendidikan bergengsi. Pencapaian gelar dengan predikat distinction menunjukkan keunggulan akademiknya di tingkat internasional.
 
Kombinasi pendidikan dari institusi dalam negeri dan luar negeri memberikan Sidharto perspektif seimbang antara pemahaman konteks lokal Indonesia dan dinamika global. Melalui pendidikan ini juga membentuk kemampuannya menganalisis isu keamanan internasional, diplomasi multilateral, dan hak asasi manusia dari berbagai sudut pandang.

Karier dan rekam jejak diplomatik

Sebelum menjabat sebagai Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Sidharto telah menjalani perjalanan karier diplomatik yang panjang dan cemerlang. Ia memiliki pengalaman luas dalam berbagai posisi strategis di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Berikut rekam jejak diplomatiknya:
  1. Duta Besar dan Perwakilan Tetap untuk PBB Dan WTO (2025-Sekarang)
  2. Direktur Jenderal kerja sama ASEAN di Kementerian Luar Negeri RI (2020-2025)
  3. Duta Besar Indonesia untuk India dan Bhutan (2017-2025)
  4. Deputy Ambassador RI untuk AS di Washinton DC (2014-2017)
Kepercayaan ini diberikan bukan karena Indonesia sempurna, melainkan dinilai mampu menjadi ruang dialog di tengah perbedaan kepentingan global. Di tengah dunia yang sedang menghadapi konflik berkepanjangan, krisis kemanusiaan, dan perdebatan standar HAM, serta posisi ini jelas bukan tanggung jawab yang ringan.
 
Dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri, Indonesia memiliki rekam jejak konsisten dalam pemajuan dan perlindungan HAM di tingkat internasional. Selain enam kali menjadi anggota Dewan HAM PBB, Indonesia juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi HAM PBB pada tahun 2005 yang diwakili oleh Duta Besar Makarim Wibisono, lembaga pendahulu Dewan HAM PBB.
 
Nah, itulah ulasan terkait profil dari Sidharto yang terpilih jadi presiden dewan HAM PBB 2026. Semoga bermanfaat ya! (Bramcov Stivens Situmeang)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan