Kepala BKPDM Toni Toharudin. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Kepala BKPDM Toni Toharudin. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Pembaruan Buku Pelajaran SD-SMA Secara Nasional, Begini Tahapan Revisinya

Ilham Pratama Putra • 12 Agustus 2026 14:22
Ringkasnya gini..
  • Revisi buku telah memasuki tahap penelaahan dan quality control.
  • Tahapan dimulai dari evaluasi hingga pengendalian mutu.
  • Pemerintah menargetkan buku lebih relevan dan mudah dipahami.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan proses pembaruan buku pelajaran SD hingga SMA kini telah memasuki sekitar 50 persen penyelesaian. Setelah mengevaluasi buku yang digunakan di sekolah, pemerintah saat ini melanjutkan proses penyempurnaan substansi, penelaahan oleh para ahli, hingga pengendalian mutu sebelum buku diterapkan secara luas.
 
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan pembaruan buku dilakukan melalui tahapan yang sistematis. Tujuannya agar kualitas materi maupun penyajiannya benar-benar terjaga.
 
"Saat ini prosesnya bahkan sudah berjalan kurang lebih sudah setengah jalan. Tahapannya dimulai dari evaluasi terhadap buku yang digunakan saat ini, identifikasi bagian-bagian yang perlu diperkuat atau diperbarui, penyempurnaan substansi, kemudian dilanjutkan dengan penelaahan dan pengendalian mutu," kata Toni kepada Medcom.id, Rabu, 12 Agustus 2026.
 
Baca juga: 
 
 
Menurut dia, proses tersebut tidak dilakukan hanya untuk memperbarui isi buku. Tetapi memastikan buku pelajaran benar-benar mampu mendukung arah pembelajaran nasional.

Pemerintah memperkuat materi agar lebih kontekstual. Sekaligus meningkatkan muatan literasi, numerasi, sains, pendidikan karakter, dan pendekatan deep learning.
 
Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap kualitas penyajian buku. Pemerintah meninjau ukuran huruf, ilustrasi, tata letak, desain, hingga aspek keterbacaan agar buku lebih nyaman digunakan peserta didik.
 
"Arahan Bapak Presiden terkait aspek keterbacaan, termasuk ukuran huruf, tentu menjadi perhatian kami. Buku pelajaran harus nyaman dibaca dan sesuai dengan karakteristik serta jenjang usia peserta didik," ujar Toni.
 
Ia menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi penguat bagi proses yang telah berjalan. Bukan menjadi awal dimulainya pembaruan buku.
 
"Sebetulnya proses pembaruan buku ini sudah berjalan dan bukan baru dimulai setelah Bapak Presiden menyampaikan perlunya evaluasi. Arahan Bapak Presiden semakin memperkuat urgensinya," katanya.
 
Untuk memastikan kualitas hasil akhir, BKPDM menggandeng BRIN, Kementerian Sekretariat Negara, dan para pakar perbukuan dalam setiap tahapan penyusunan. Di sisi lain, pembaruan buku tetap dilakukan tanpa harus menunggu perubahan kurikulum. 
 
Menurut Toni, buku merupakan perangkat pembelajaran yang dapat terus diperbarui selama masih berada dalam kerangka kompetensi yang ditetapkan kurikulum. Ia memastikan seluruh proses pembaruan dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah, sehingga kualitas buku tetap menjadi prioritas utama.
 
Baca juga: 
 
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan