Habib Ja’far (Foto: Medcom/Rafi)
Habib Ja’far (Foto: Medcom/Rafi)

Habib Ja'far Koleksi 17 Ribu Buku Langka, Ini Bacaan Favoritnya

Rafi Alvirtyantoro • 03 Juli 2026 11:15
Ringkasnya gini..
  • Pendakwah Habib Ja’far mengoleksi 17 ribu buku cetakan pertama di perpustakaan pribadinya dengan fokus utama pada tema filsafat dan agama.
  • Buku Man's Search for Meaning karya Viktor Frankl menjadi salah satu bacaan favorit yang paling dikagumi oleh Habib Ja'far.
  • Inspirasi pencarian makna dari buku terfavoritnya tersebut memiliki kesamaan tema dengan film terbaru Seni Merayu Tuhan.
Jakarta: Pendakwah sekaligus penulis Husein Ja'far Al Hadar, atau dikenal dengan nama Habib Ja’far, mengoleksi sekitar 17 ribu buku di perpustakaan pribadinya.
 
Habib Ja’far mengatakan bahwa buku-buku yang ada di dalam koleksinya termasuk barang langka. Pasalnya, koleksi tersebut rata-rata merupakan buku cetakan pertama.
 
“Aku punya koleksi buku-buku langka, totalnya adalah sekitar 17.000 buku. Itu rata-rata cetakan pertama,” kata Habib Ja’far di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis, 2 Juli 2026.

Koleksi Bertema Filsafat dan Agama

Dari puluhan ribu karya tulis yang ada di dalam perpustakaan pribadinya, Habib Ja’far mengaku menyukai buku dengan tema filsafat dan agama.

“Kalau lo masuk ke perpustakaan gua, itu kalau bukunya tema filsafat atau agama, kemungkinan itu buku gua. Jadi buku yang gua beli dan kemudian gua kasih ke mereka dari sejak kecil, kuliah, sampai sekarang,” jelas Habib Ja’far.
 
“Tapi kalau di luar tema filsafat dan agama kayaknya memang bukan. Jadi minatnya di agama dan filsafat,” lanjutnya.  

Buku Favorit Karya Viktor Frankl

Salah satu buku yang membuatnya kagum adalah karya Viktor Frankl yang bertajuk Man's Search for Meaning. Buku yang terbit pada tahun 1946 ini menceritakan tentang pengalaman pribadi sang penulis sebagai tahanan kamp konsentrasi Nazi selama Perang Dunia II.
 
“Salah satu yang paling mengagumkan adalah buku yang, di antara buku yang aku paling sukai itu adalah buku tentang pencarian makna karya Viktor Frankl, judulnya Man's Search for Meaning,” ungkap Habib Ja’far.  

Relevansi dengan Film Seni Merayu Tuhan

Selain mengoleksi, ia juga telah menulis beberapa judul buku, termasuk Seni Merayu Tuhan. Karya tulis yang terbit pada tahun 2022 ini pun diangkat menjadi sebuah film berjudul sama yang digarap oleh sutradara Cesa David Luckmansyah.
 
Habib Ja’far menilai bahwa buku yang membuatnya kagum memiliki tema yang sama dengan film Seni Merayu Tuhan. Film ini disebut akan mengajak para penonton mencari makna dalam segala hal.
 
“Dlam menuju dewasa, dalam ditinggalkan oleh orang terkasih, dalam cinta yang jauh berbeda server-nya, dan juga dalam hubungan relasi antara ibu dan anak atau anak dan orang tua yang semua isu-isu itu adalah isu-isu yang ada di sekitar kita,” ujar Habib Ja’far.
 
Ia berharap film Seni Merayu Tuhan bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang dengan mengambil hikmahnya.
 
“Bukan hanya menonton Hikmah, tapi mengambil hikmah dari apa yang dialaminya,” pungkas Habib Ja’far.
 
Film Seni Merayu Tuhan menceritakan perjalanan anak muda yang sempat merasa nyaman dengan dunia yang dijalani, hingga akhirnya jatuh ke titik terendah saat sang ibu meninggal dunia.
 
Film ini dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Teuku Ryzki, hingga Rieke Diah Pitaloka. Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026.
 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA