Fraksi Partai NasDem DPR RI bagikan 1.000 buku kepada warga binaan Lapas Kelas I Cipinang (Foto: Dok. Partai Nasdem)
Fraksi Partai NasDem DPR RI bagikan 1.000 buku kepada warga binaan Lapas Kelas I Cipinang (Foto: Dok. Partai Nasdem)

NasDem Dorong Literasi Jadi Bagian Pembinaan di Lapas

Muhammad Syahrul Ramadhan • 04 Juni 2026 18:14
Ringkasnya gini..
  • Fraksi Partai NasDem DPR RI mendorong agar budaya membaca menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan di lapas.
  • Fraksi Partai NasDem menyerahkan 1.000 buku kepada warga binaan.
  • Buku-buku yang disalurkan mencakup berbagai bidang, mulai dari biografi, sejarah, agama, filsafat, politik, hingga buku-buku keterampilan.
Jakarta: Fraksi Partai NasDem DPR RI mendorong agar budaya membaca, menulis, dan kegiatan intelektual menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas). Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Gotong Royong Literasi yang digelar Fraksi Partai NasDem di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Kamis 4 Juni 2026.
 
Dalam kegiatan tersebut, Fraksi Partai NasDem menyerahkan 1.000 buku kepada warga binaan sebagai upaya memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan dan bahan bacaan di lingkungan pemasyarakatan.
 
Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI Willy Aditya mengatakan pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak cukup hanya diukur dari aspek kepatuhan terhadap aturan. Menurutnya, kapasitas intelektual, budaya membaca, serta kemampuan warga binaan menghasilkan karya juga perlu mendapat perhatian.

“Kita berharap ke depan negara bisa memberikan perhatian lebih terhadap aspek literasi dalam pembinaan warga binaan. Tidak hanya berkelakuan baik dan patuh terhadap aturan, tetapi juga bagaimana mereka aktif membaca, menulis, dan mengembangkan diri,” ujar Willy.
 
Ketua Komisi XIII DPR RI itu menilai lembaga pemasyarakatan perlu menjadi ruang pembelajaran yang memungkinkan warga binaan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik.
 
Menurut Willy, banyak tokoh besar dunia yang justru melahirkan karya dan pemikiran penting selama menjalani masa tahanan. Karena itu, akses terhadap buku dan sumber pengetahuan harus diperluas agar warga binaan memiliki ruang untuk bertumbuh dan berkarya.
 
“Tan Malaka, Buya Hamka, Pramoedya Ananta Toer, hingga Nelson Mandela menunjukkan bahwa refleksi dan pengetahuan dapat melahirkan karya besar dari mana saja, termasuk dari balik jeruji,” katanya.
 
 
Ia menjelaskan, bantuan 1.170 buku yang diberikan Fraksi Partai NasDem merupakan hasil gotong royong anggota fraksi sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan literasi nasional.
 
Buku-buku yang disalurkan mencakup berbagai bidang, mulai dari biografi, sejarah, agama, filsafat, sosial budaya, politik, hingga buku-buku keterampilan seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan pertukangan.
 
Willy menegaskan bahwa penguatan literasi di lingkungan pemasyarakatan merupakan bagian dari upaya membangun lapas yang lebih produktif dan berorientasi pada pembentukan kualitas sumber daya manusia.
 
“Literasi bukan sekadar aktivitas membaca. Literasi adalah proses membangun cara berpikir, membuka wawasan, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik. Karena itu, akses terhadap pengetahuan harus menjadi bagian dari ekosistem pembinaan di lembaga pemasyarakatan,” pungkasnya. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>