Guru Besar UIN Suka Abdur Rozaki. DOK UIN Suka
Guru Besar UIN Suka Abdur Rozaki. DOK UIN Suka

Merajut Indonesia dari ‘Yang Berbeda’

Misbahol Munir • 10 April 2026 18:33
Ringkasnya gini..
  • Rozaki menggambarkan Indonesia bukan sebagai bangunan jadi melainkan ruang yang terus dirakit dari perjumpaan identitas, agama dan etnisitas.
  • sejak awal, Indonesia lahir dari kompromi dan negosiasi panjang.
  • Keberagaman bukan sekadar realitas, tetapi energi yang menggerakkan bangsa.
Yogyakarta: Di tengah riuh perdebatan identitas yang kerap mengemuka di ruang publik, Prof. Dr. Abdur Rozaki justru mengajak melihat Indonesia dari sudut yang lebih tenang: sebagai proses yang tak pernah selesai.
 
Dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar di UIN Sunan Kalijaga, Rabu, 8 April 2026, Rozaki menggambarkan Indonesia bukan sebagai bangunan jadi. Melainkan ruang yang terus dirakit dari perjumpaan identitas, agama dan etnisitas.
 
Ia menyebut sejak awal, Indonesia lahir dari kompromi dan negosiasi panjang. Islam yang datang dengan nilai universal tidak menghapus identitas lokal, tetapi berbaur dan membentuk wajah baru kebudayaan Nusantara.

“Indonesia adalah proses menjadi,” ujar Rozaki yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga dalam pidato yang sarat refleksi. 
 
Di titik inilah, Rozaki melihat kekuatan Indonesia: kemampuan untuk hidup dalam perbedaan tanpa harus kehilangan jati diri. Keberagaman bukan sekadar realitas, tetapi energi yang menggerakkan bangsa.
 
Namun, di tengah dinamika zaman, ia mengingatkan proses ini tidak selalu berjalan mulus. Tantangan akan selalu datang, terutama ketika identitas dipersempit menjadi sekat.
 
Bagi Rozaki, merawat Indonesia berarti menjaga ruang perjumpaan itu tetap hidup.
 
Dikutip dari laman uin-suka.ac.id, UIN Sunan Kalijaga mengukuhkan enam guru besar melalui Sidang Senat Terbuka di Gedung Multipurpose, Rabu, 8 April 2026.  Mereka yang dikukuhkan sebagai guru besar adalah:
  1. Prof. Dr. Suwadi dan Prof. Dr. Zainal Arifin dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dalam bidang Evaluasi Pendidikan dan Kepemimpinan Pendidikan Islam
  2. Prof. Dr. Lindra Darnela dan Prof. Dr. Muhammad Nur dari Fakultas Syariah dan Hukum dalam bidang Hukum Internasional serta Politik dan Tata Negara Islam
  3. Prof. Dr. Abdur Rozaki dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi dalam bidang Ilmu Islam dan Etnisitas
  4. Prof. Dr. Muhammad Wakhid Musthofa dari Fakultas Sains dan Teknologi dalam bidang Matematika Terapan
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, menyebut pengukuhan guru besar sebagai capaian penting dalam perjalanan akademik, namun bukan titik akhir. Ia mengingatkan di balik gelar tersebut terdapat tanggung jawab besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberi kontribusi bagi bangsa, negara, serta peradaban manusia.
 
Noorhaidi menekankan guru besar memiliki kewajiban menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal, termasuk menghasilkan publikasi ilmiah, menulis buku, serta aktif menyebarkan gagasan di ruang-ruang akademik. Guru besar juga diharapkan mampu menjadi motor pengembangan keilmuan sesuai bidang yang disandangnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan