Profesor Raghavendra Rau dari University of Cambridge, Inggris (kanan). Foto: Zoom
Profesor Raghavendra Rau dari University of Cambridge, Inggris (kanan). Foto: Zoom

2 Profesor Bahas IPO di Penutupan Economics Expo FE UNJ

Pendidikan ipo Perguruan Tinggi UNJ Universitas Negeri Jakarta
Wandi Yusuf • 16 April 2022 23:03
Jakarta: Dua profesor dari dua universitas ternama membahas seputar penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di hari terakhir seminar Economics Expo 2022 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Keduanya adalah Asisten Profesor Jo-Ann Clair Suchard dari Universitas New South Wales (UNSW) Business School, Australia, dan Profesor Raghavendra Rau dari University of Cambridge, Inggris.
 
Jo-Ann membahas tentang modal ventura dan pasar IPO, khususnya di Tiongkok. Negara Tirai Bambu itu dipilih sebagai subjek penelitian karena merupakan negara dengan 60 persen perusahaannya berada di pasar IPO. Jauh di atas negara lain di Asia.
 
"Hal itu menunjukkan bahwa modal ventura adalah kekuatan penting dalam transformasi industri China hingga pasar modal ventura China sekarang menempati urutan kedua setelah AS," kata dia, dalam presentasinya pada Jumat, 15 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pemaparannya, Jo-Ann mengatakan bahwa modal ventura diakui sebagai sumber pendanaan yang penting bagi kegiatan wirausaha. Hal itu dinilai dapat berperan aktif bagi perkembangan perusahaan yang didanai. 
 
"Pendanaan melalui modal ventura juga memiliki nilai tambah bagi perusahaan karena dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan inovasi perusahaan. Serta dapat menciptakan struktur pimpinan yang lebih baik saat perusahaan tersebut terdaftar di pasar publik,” kata Jo-Ann.
 
Baca: FE UNJ Undang Profesor Keuangan Erasmus University, Kupas Investasi Berkelanjutan
 
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dalam penelitiannya menggunakan pasar IPO yang ditangguhkan sebagai variabel eksogen terhadap modal ventura di Tiongkok. Hal ini karena IPO yang ditangguhkan menghasilkan ketidakpastian tentang masa depan IPO di negara itu serta memiliki efek pada aktivitas modal ventura. 
 
Hasilnya, ketika IPO ditangguhkan maka investasi modal ventura kontemporer akan berkurang. Hal itu karena pemodal ventura lebih cenderung berinvestasi dalam teknologi tinggi dan lebih kecil kemungkinannya untuk berinvestasi pada tahap akhir dan kesepakatan sindikasi. 
 

Dipengaruhi gender

Sementara itu, Prof Rau memulai presentasinya dengan menyampaikan fenomena yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Yakni, terkait dengan tingginya angka permintaan terhadap representasi wanita dalam jajaran perusahaan. 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif