Pada tahun 2025, sebanyak 288 ribu sekolah sudah menerima IFP. Papan IFP ini disebar di berbagai sekolah di wilayah Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut IFP memiliki fitur yang membuat pembelajaran lebih hidup. Pembelajaran bisa dibuat lebih kolaboratif dan interaktif di dalam kelas.
Mu'ti juga mengingatkan fitur-fitur canggih di IFP tak disalahgunakan. Misalnya, memanfaatkan IFP untuk berkaraoke.
"Ini (IFP) bisa untuk apa saja termasuk untuk karaoke kayaknya juga bisa. Tapi tolong jangan digunakan untuk karaoke," kata Mu'ti dalam Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Kota Medan Tahun 2025 di SMKN 7 Medan, Sumut, Minggu, 4 Januari 2026.
Namun, Mu'ti mempersilakan bila fitur tersebut dimanfaatkan untuk bernyanyi. Misalnya, bernyanyi untuk keperluan belajar bicara atau speaking dalam Bahasa Inggris.
"Kalau untuk nyanyi boleh tapi nyanyi yang tetap berkaitan dengan kegiatan pembelajaran Nah misalnya untuk praktik speaking itu kan bisa kan dengan nyanyi sebagai salah satu caranya," tutur dia.
Sebelumnya, sebanyak 172.550 sekolah sudah menerima Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif. Artinya, sudah 75 persen sekolah di Indonesia merasakan manfaat dari program pembelajaran digital pada tahun 2025.
"Itu merupakan 75 persen dari rentang 288.865 (sekolah yang menjadi target penyaluran IFP 2025)," kata Mu'ti dalam peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Bekasi, Jawa Barat, Senin, 17 November 2025
Apa itu Interactive Flat Panel (IFP)? Yuk kenalan lebih lanjut berikut ini:
Papan interaktif IFP
Dikutip dari akun Instagram @ditsmp.kemendikdasmen, Interactive Flat Panel (IFP) merupakan teknologi pembelajaran interaktif yang digunakan untuk menulis, menggambar, berkolaborasi, serta terintegrasi dengan LMS dan sumber belajar digital. IFP dibuat khusus untuk proses belajar lebih seru, mudah, dan menyenangkan bagi guru maupun siswa.Melansir akun Instagram @bpmp.kalsel, IFP berupa perangkat layar sentuh modern yang menggabungkan fungsi monitor, komputer, papan tulis digital, dan proyektor dalam satu unit all-in-one. Dengan perangkat ini, guru dan siswa dapat berinteraksi langsung melalui konten di layar.
Selain itu, guru dan murid dapat menulis, menggambar, memberi anotasi instan, hingga berbagi layar tanpa kabel. Kolaborasi juga bisa dilakukan secara real-time di ruang kelas. Hal ini menjadi bentuk nyata dari digitalisasi pembelajaran yang membuat kegiatan belajar lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan.
Langkah penerimaan Papan IFP
- Membentuk tim penerima IFP yang terdiri dari Kepala Sekolah hingga Perwakilan Guru
- Verifikasi surat jalan dan penerimaan barang
- Tim ekspedisi menghubungi kepala sekolah untuk memastikan jadwal pengiriman IFP dan kelengkapannya
- Siapkan ruang kelas
- Siapkan alat foto dan video untuk dokumentasi penerimaan IFP
- Tempatkan IFP di ruang kelas yang disediakan
- Kotak perangkat dan kelengkapan IFP tidak dibuka sebelum teknisi datang
- Pengecekan unit dilakukan oleh teknisi
- Cek kondisi unit IFP, jumlah unit, merek, tipe dan nomor seri IFP
- Pemasangan IFP oleh teknisi
- Ikuti proses uji fungsi IFP
- Pastikan perangkat layar menyala
- Pastikan layar sentuh berfungsi
- Penyedia IFP memberikan petunjuk penggunaan hingga perawatan IFP
- Kepala Sekolah dan penyedia menandatangani Berita Acara Pemeriksaan dan Penerimaan (BAPP)
- BAPP discan dengan jelas
- Scan BAPP, foto perakitan, foto petunjuk penggunaan, foto hasil akhir pemasangan diunggah ke aplikasi penerima IFP yang disediakan
- Simpan dokumen fisik BAPP di arsip sekolah
- Hasil scan juga disimpan di perangkat lokal dan cloud sebagai data cadangan
Perbedaan IFP dengan Smart TV
Tujuan Utama
- Smart TV: Hiburan, konsumsi konten (streaming TV, video).
- IFP: Pembelajaran dan kolaborasi interaktif di kelas/rapat.
Interaksi
- Smart TV: Menggunakan remote control atau ponsel pintar.
- IFP: Memiliki fitur layar sentuh, pena digital, multi-point, guru/murid bisa menulis, menggambar, bahkan banyak orang sekaligus berinteraksi
Penggunaan Internet
- Smart TV: Ketika offline Bisa menampilkan file/video dari USB atau laptop, tapi tetap pasif. Sementara dengan internet perlu internet untuk akses aplikasi streaming.
- IFP: Saat offline bisa dipakai tanpa internet sebagai papan tulis digital, seperti menulis, menggambar, simpan catatan ke USB. Tidak wajib internet, semua fungsi dasar tetap bisa berjalan. Internet hanya untuk menambah fitur (cloud, LMS, kolaborasi real-time, update software).
Aplikasi
- Smart TV: Terbatas pada aplikasi hiburan dan aplikasi bawaan pabrik.
- IFP: Mendukung aplikasi pembelajaran, whiteboard digital, voting/kuis interaktif, perekaman pelajaran. Super Aplikasi dari Rumah Pendidikan
Kualitas Audio/Video
- Smart TV: Gambar & suara dioptimalkan untuk hiburan rumah.
- IFP: Layar anti-silau, sudut pandang lebar, speaker cukup keras untuk ruangan kelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News