Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Efisiensi Energi, Mendikdasmen Minta Batasi Penggunaan Listrik dan Ramah Lingkungan di Sekolah

Ilham Pratama Putra • 01 April 2026 13:58
Ringkasnya gini..
  • Kemendikdasmen turut mendukung kebijakan efisiensi energi nasional melalui penerapan budaya hemat energi di lingkungan satuan pendidikan.
  • Sekolah didorong mengoptimalkan penggunaan energi secara bijak.
  • Sekolah juga diharapkan membangun kebiasaan positif melalui penerapan Gerakan Indonesia ASRI.
Jakarta: Pemerintah menerapkan berbagai kebijakan terkait efisiensi energi di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan hal ini mendorong transformasi budaya kerja nasional. 
 
Mu'ti menyampaikan transformasi budaya kerja merupakan langkah strategis pemerintah membangun sistem kerja yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Namun, dia memastikan hal ini tidak akan mengurangi kualitas layanan pendidikan.
 
"Transformasi budaya kerja yang tengah dijalankan pemerintah merupakan langkah strategis untuk membangun sistem kerja yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan," kata Mu'ti di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Mu'ti menyebut sektor pendidikan dasar dan menengah memiliki karakteristik layanan yang menempatkan interaksi langsung sebagai elemen utama dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas.
 
"Di saat yang sama, kami mendorong satuan pendidikan untuk turut berperan aktif dalam mendukung kebijakan efisiensi energi melalui pembiasaan perilaku hemat dan ramah lingkungan di sekolah," ujar dia.
 
Pemerintah menerapkan pola kerja work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada hari Jumat. Pemerintah juga mendorong efisiensi di berbagai sektor, termasuk penggunaan energi dan mobilitas.
 
Di bidang pendidikan, kegiatan belajar-mengajar untuk jenjang dasar hingga menengah tetap dilakukan secara tatap muka lima hari dalam seminggu tanpa pembatasan kegiatan. Mu'ti menilai keberlangsungan pembelajaran tatap muka merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas layanan publik di bidang pendidikan.
 
"Sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, kegiatan non-akademik seperti olahraga, ekstrakurikuler, dan pengembangan prestasi siswa juga tetap dapat dilaksanakan tanpa pembatasan, sebagai bagian dari pembelajaran yang holistik," ungkap Mu'ti.
 
Kemendikdasmen turut mendukung kebijakan efisiensi energi nasional melalui penerapan budaya hemat energi di lingkungan satuan pendidikan. Sekolah didorong mengoptimalkan penggunaan energi secara bijak.
 
"Seperti pengaturan penggunaan listrik, pemanfaatan cahaya alami, serta mendorong kebiasaan ramah lingkungan di kalangan warga sekolah," ujar dia.
 
Upaya tersebut juga dapat diperkuat melalui penerapan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Ini yang mendorong satuan pendidikan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, sehat dan berkelanjutan. 
 
Sekolah diharapkan membangun kebiasaan positif melalui penerapan Gerakan Indonesia ASRI. Misalnya, menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, serta penggunaan sumber daya secara efisien.
 
"Lingkungan sekolah yang aman dan sehat tidak hanya mendukung proses pembelajaran yang optimal, tetapi juga membentuk karakter murid yang peduli terhadap lingkungan dan kualitas hidup," ujar dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan