"Adanya kebutuhan dan permintaan mendesak untuk mendukung pelayanan RS Sardjito dan RSA UGM maka kita jadikan MIC untuk tempat isolasi pasien covid-19," kata Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Paripurna Sugarda, mengutip siaran pers UGM, Sabtu, 10 Juli 2021.
Menurut Paripurna kebutuhan penambahan ruang isolasi di DIY saat ini cukup meningkat karena melonjaknya kasus positif covid-19. UGM berinisiatif menyediakan tempat isolasi baru.
Sebelumnya, UGM sudah menjadikan dua asrama mahasiswa Darmaputera dengan 292 bed dari total 495 bed telah digunakan untuk ruang isolasi mandiri.
Baca: UIN Jakarta Sediakan Paket Bantuan Isoman dan Konsultasi Dokter Gratis
Paripurna menambahkan, ruang isolasi MIC nantinya diperuntukan bagi masyarakat umum yang akan melakukan isolasi mandiri setelah mendapat rujukan dokter dari RS Sardjito dan RSA UGM. Paripurna menegaskan, penggunaan MIC sebagai tempat isolasi covid-19 sudah mendapat persetujuan dan arahan dari Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM Pratikno, dan Rektor UGM Panut Mulyono.
Bahkan, pihak UGM menurutnya juga mengambil inisiatif untuk menghubungi para mitra. "Yayasan Tzu Chi, Yayasan Artha Graha, dan Sinar Mas juga memberikan dukungan dengan membantu pengadaan kebutuhan-kebutuhan untuk isolasi mandiri," ujarnya.
Ia mengatakan, masing-masing ruang isolasi MIC UGM dilengkapi dengan televisi, kulkas, kursi. Bahkan, setiap kamar disediakan pendingin ruangan. "Kapasitas memang terbatas jadi penyediaan fasilitas tersebut memang untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan akan ruang isolasi bagi pasien," jelasnya.
Baca: Dosen dan Mahasiswa Unhan Dibekali Pelatihan Hadapi Memburuknya Covid-19
MIC UGM baru saja selesai dibangun pada akhir tahun lalu. Gedung yang menempati lahan seluas 4.000 meter persegi ini merupakan inklusif hub generasi muda untuk mengembangkan diri menjadi calon pemimpin.
"Ke depan akan banyak kegiatan-kegiatan di sana. Mulai dari socio-preneur, ekonomi syariah, leadership, seni dan budaya," ungkapnya.
Selain MIC, UGM juga bekerja sama dengan pengelola Wisma Kagama dan menjadikannya sebagai rumah singgah bagi tenaga kesehatan dan dokter yang bertugas menangani covid-19. Kapasitasnya, 31 kamar dan 62 bed.
Selanjutnya, masing-masing asrama mahasiswa yang dikelola UGM Residence menyediakan 5 persen bednya untuk isolasi mandiri bagi mahasiswa yang baru tiba dari daerah asal dengan protokol kesehatan yang ketat, dan disupervisi oleh Satgas Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News