Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan layar YouTube
Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan layar YouTube

Nadiem: Tak Ada Alasan Kampus Menolak Mahasiswa KIP Kuliah

Pendidikan KIP Kuliah Nadiem Makarim Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 26 Maret 2021 15:25
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan perguruan tinggi tak punya alasan lagi menolak mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Sebab, dana bantuan kepada mahasiswa KIP Kuliah telah diperbesar hingga Rp12 juta per semester.
 
"Tidak ada alasan, tidak memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa yang kurang mampu untuk bisa ke prodi dia," kata Nadiem dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode 9: KIP Kuliah Merdeka, Jumat, 26 Maret 2021.
 
Menurutnya, selama ini banyak kampus masih enggan menerima mahasiswa dengan KIP Kuliah. Hal itu disebabkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disediakan hanya Rp2,4 juta per semester.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Nadiem Luncurkan Merdeka Belajar Episode 9 'KIP Kuliah Merdeka'
 
Nominal Rp2,4 juta per semester itu dinilai tak cukup untuk biaya perkuliahan. Dengan dinaikkannya besaran dana pada tahun ini, mahasiswa tak perlu ragu lagi memanfaatkan program ini. Begitu pula kampus, tak perlu ragu menerima mahasiswa dengan KIP Kuliah.
 
"Para Rektor PTN (Perguruan Tinggi Negeri) maupun swasta, mulailah menerima mahasiswa yang tidak mampu. Tidak perlu khawatir lagi karena sekarang sudah dibiayai untuk prodi akreditasi A Rp12 juta, bukan Rp2,4 juta lagi. Prodi akreditasi B sampai Rp4 juta," jelas dia.
 
Nadiem mengatakan, dengan kebijakan saat ini kampus tidak perlu mengorbankan situasi keuangan mereka. Program ini menjadi harapan bagi mahasiswa untuk masuk prodi-prodi terbaik di kampus-kampus terbaik di Tanah Air.
 
"Bagi universitas ini adalah kesempatan bagus untuk mencari bibit-bibit terbaik dari seluruh negara Indonesia, untuk meningkatkan kebhinekaan dan kualitas dalam universitas dan prodi anda," tuturnya.
 
KIP Kuliah menjadi program Merdeka Belajar episode 9 Kemendikbud. Program ini diharapkan dapat mendorong calon mahasiswa untuk berani mengambil kesempatan kuliah.
 
Baca: Kemenag Salurkan KIP Kuliah 353 Mahasiswa Papua-Papua Barat
 
Mahasiswa yang masuk dalam prodi akreditasi A di universitas manapun baik negeri maupun swasta bakal mendapat bantuan minimal sebesar Rp8 juta hingga maksimal Rp12 juta per semester.
 
Sedangkan, untuk mahasiswa program studi dengan akreditasi B akan diberikan sebesar Rp4 Juta per semester. Mahasiswa program studi dengan akreditasi C akan diberikan dana KIP-K sebesar Rp2,4 juta per semester.
 
Pada 2020, semua mahasiswa mendapatkan dana biaya hidup Rp700 per bulan. Tahun ini, besaran dana biaya hidup disesuaikan klasterisasi berdasarkan lokasi kampus.
 
Lokasi kampus yang masuk kategori klaster satu diberikan biaya hidup sebesar Rp800 ribu per bulan, untuk klaster dua Rp950 ribu perbulan, klaster tiga diberikan Rp1,1 juta per bulan. Kemudian untuk klaster empat diberikan Rp1,25 juta per bulan dan klaster lima diberikan Rp1,4 juta per bulan
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif