Anak-anak. DOK Magnific
Anak-anak. DOK Magnific

Kenapa Bulan Muharam Identik dengan Anak Yatim? Ini Alasan dan Sejarah di Baliknya

Renatha Swasty • 12 Juni 2026 14:23
Ringkasnya gini..
  • Salah satunya kisah sedih pada hari Asyura adalah saat cucu Rasulullah SAW gugur ketika membela kebenaran.
  • Perang tersebut membuat banyak anak-anak kehilangan orang tua dan menjadi yatim.
  • Itulah mengapa bulan Muharram selalu menjadi pengingat bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk lebih peduli dan menyayangi anak-anak yatim.
Jakarta: Setiap memasuki bulan Muharam, umat Islam di Indonesia biasanya langsung menggelar berbagai acara berbagi. Pada bulan pertama dalam kalender Islam ini, orang-orang akan berlomba-lomba memberikan bantuan untuk anak-anak yatim.
 
Acara yang sering disebut ‘Lebaran Anak Yatim’ ini puncaknya jatuh pada tanggal 10 Muharam atau hari Asyura. Kebiasaan ini sudah jadi tradisi turun-temurun yang melekat sebagai bentuk kasih sayang kepada sesama.
 
Kegiatan ini didukung berbagai pihak karena bisa mempererat tali persaudaraan antarwarga. Meskipun sebenarnya tidak ada dalil sahih atau aturan agama yang mewajibkan santunan hanya boleh dilakukan pada hari itu saja.

Menariknya, Muharam jadi identik dengan anak yatim karena momen ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat untuk menebar kebaikan. Lewat momen ini, umat Islam bisa saling membantu sekaligus mengajari generasi muda tentang indahnya berbagi.

Sejarah di Balik Muharam dan Anak Yatim

Mengutip laman orphansinneed.org.uk, jika melihat sejarah Islam di dunia, bulan Muharram terutama hari Asyura adalah waktu terjadinya banyak peristiwa besar. Salah satunya adalah kisah sedih di Karbala, yaitu saat cucu Rasulullah SAW yang bernama Imam Hussain gugur ketika membela kebenaran.
 
Perang tersebut membuat banyak anak-anak kehilangan orang tua dan menjadi yatim. Itulah mengapa bulan Muharram selalu membawa rasa haru, sekaligus menjadi pengingat bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk lebih peduli dan menyayangi anak-anak yatim.
 

Alasan Mengapa Bulan Muharam Identik dengan Anak Yatim

Mengutip laman baznas.go.id, ada beberapa alasan kuat mengapa bulan ini dianggap sebagai waktu emas untuk memperhatikan anak yatim:

1. Pahala Besar dan Dekat dengan Rasulullah SAW

Merawat anak yatim adalah modal berharga di akhirat nanti. Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadis riwayat Bukhari, bahwa orang yang mengurus anak yatim akan tinggal sangat dekat dengan beliau di surga.

2. Membuat Anak Yatim Merasa Bahagia

Acara santunan seperti ini membuat anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua merasa ditemani dan tidak sendirian. Kasih sayang dari sekitar bisa membuat mereka lebih percaya diri untuk meraih masa depan.

3. Contoh Nyata untuk Anak Muda

Dengan mengadakan acara ini secara langsung, umat Islam bisa mengajari anak-anak muda tentang pentingnya sifat peduli. Ini adalah cara belajar yang paling mudah daripada sekadar teori saja.

 4. Obat untuk Melembutkan Hati

Dalam ajaran Islam, menyayangi anak yatim bisa membersihkan hati kita dari sifat pelit atau sombong. Momen ini menjadi waktu yang pas untuk membuat hati kita lebih lembut dan lebih dekat kepada Allah SWT.

5. Berbagi Kebaikan Setiap Waktu

Meskipun tidak ada dalil sahih yang mewajibkan santunan harus dilakukan di bulan Muharam, tradisi Lebaran Anak Yatim ini tetap wajib dilaksanakan karena mengajarkan untuk saling membantu.
 
Menjaga tradisi ini merupakan hal yang sangat positif. Namun, menyayangi dan membantu anak yatim jangan hanya dilakukan saat bulan Muharam saja, melainkan harus terus dilakukan kapan saja setiap kali mempunyai rezeki lebih.
 
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai kenapa bulan Muharam identik dengan anak yatim. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA