Puasa. DOK Freepik
Puasa. DOK Freepik

Niat Puasa Tasua dan Asyura, Lengkap Teks Arab-Latin, Jadwal dan Keutamaannya

Renatha Swasty • 11 Juni 2026 19:03
Ringkasnya gini..
  • Puasa Tasua adalah ibadah puasa sunah yang dilaksanakan pada hari kesembilan dan puasa Asyura dikerjakan pada hari kesepuluh di bulan Muharam.
  • Sebagai bagian dari rukun ibadah, pelaksanaan kedua puasa sunah ini tentu saja memerlukan niat tulus.
  • Niat puasa Tasua dan Asyura dapat dibacakan pada malam hari atau siang hari.
Jakarta: Menyambut datangnya bulan Muharam, umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak ibadah puasa sunah. Salah satu cara terbaik untuk mengisi bulan mulia ini adalah dengan meningkatkan intensitas ibadah puasa sunah. 
 
Di antara sekian banyak hari utama, puasa Tasua dan Asyura menjadi dua momen yang paling istimewa. Kedua puasa tersebut memiliki pahala yang sangat besar jika dikerjakan.
 
Sebagai bagian dari rukun ibadah, pelaksanaan kedua puasa sunah ini tentu saja memerlukan niat tulus. Niat yang mantap di dalam hati menjadi penentu sah atau tidaknya puasa yang akan dijalani.

Secara fikih, niat ini berfungsi sebagai penegas maksud ibadah sekaligus penentu jenis puasa yang sedang dikerjakan. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim memahami esensi dan cara melafalkan niatnya dengan benar.
 
Menariknya, para ulama memberikan kelonggaran terkait waktu pelafalan niat untuk puasa sunah di bulan Muharam ini. Kemudahan tersebut menjadi kesempatan emas bagi umat Islam agar tidak melewatkan keutamaan luar biasa di dalamnya.
 
Namun, sebelum membahas lebih lanjut mengenai niat dan keutamaannya, yuk simak terlebih dahulu apa itu puasa Tasua dan Asyura berikut ini:

Apa Itu Puasa Tasua dan Asyura?

Mengutip laman NU Online Jawa Barat, puasa Tasua adalah ibadah puasa sunah yang dilaksanakan pada hari kesembilan di bulan Muharam. Rasulullah SAW menganjurkan puasa ini secara khusus sebagai pembeda agar tata cara ibadah umat Islam tidak menyerupai kaum Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharam.
 
Sementara itu, puasa Asyura merupakan puasa sunah yang dikerjakan pada hari kesepuluh di bulan Muharam. Puasa ini bermula dari wujud rasa syukur Nabi Musa AS setelah diselamatkan oleh Allah SWT dari kejaran Firaun, yang kemudian dilanjutkan dan diperintahkan oleh Rasulullah SAW kepada umat Islam.

Lafal Niat Puasa Tasua dan Asyura

Melansir laman NU Online, bagi umat Islam yang ingin mengamalkannya, berikut adalah ragam bacaan lafal niat yang bisa digunakan:

1. Niat Puasa Tasua 

Niat ini dapat dilafalkan pada malam hari atau esok hari pada 9 Muharam
 
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
 
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu’a lillahi ta‘ala.
 
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasua esok hari karena Allah SWT.”

2. Niat Puasa Asyura 


Niat ini dapat dilafalkan pada malam hari atau esok hari pada 10 Muharam
 
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
 
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala.
 
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

3. Niat Puasa di Siang Hari 

Niat ini dilafalkan jika terlupa membaca niat di malam hari
 
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
 
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a awil asyura lillahi ta‘ala.
 
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.”
 

Keutamaan Puasa Tasua, Asyura, dan Bulan Muharram

Mengutip laman Majelis Ulama Indonesia, menjalankan puasa di bulan ini memiliki ganjaran yang luar biasa di sisi Allah SWT, sebagaimana yang tercantum dalam hadis-hadis berikut:

1. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Ibadah puasa Asyura dapat menjadi wasilah pelebur dosa kecil setahun kemarin berdasarkan sabda Nabi SAW:
 
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
 
Artinya: “Adapun puasa pada hari Asyura, aku memohon kepada Allah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR Muslim no 1162).

2. Hari Puasa yang Paling Diistimewakan Rasulullah SAW

Ibnu Abbas RA mengisahkan betapa tingginya antusiasme Rasulullah SAW dalam menjaga puasa Asyura dibandingkan hari-hari lainnya:
 
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ
 
Artinya: “Tidak pernah aku melihat Nabi SAW sengaja berpuasa pada suatu hari yang Beliau istimewakan dibanding hari-hari lainnya kecuali hari 'Asyura' dan bulan ini, yaitu bulan Ramadan”. (HR. Bukhari).

3. Perintah Puasa Tasua untuk Pembeda

Adapun anjuran melaksanakan puasa Tasua pada 9 Muharram ditujukan sebagai pembeda agar ibadah umat Islam tidak menyerupai atau selaras dengan tradisi kaum Yahudi dan Nasrani, sebagaimana hadis berikut:
 
حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
 
Artinya: “Saat Rasulullah SAW berpuasa pada hari 'Asyura` dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa; Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani." Maka Rasulullah SAW bersabda, "Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharam)." Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, karena Rasulullah SAW wafat." (HR Muslim).

4. Keutamaan Puasa Sepanjang Bulan Muharam

Lebih luas lagi, Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa anjuran puasa sunah sebenarnya berlaku untuk keseluruhan bulan Muharam, karena kedudukannya sebagai puasa paling utama setelah Ramadan:
 
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ؛ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ؛ صَلَاةُ اللَّيْلِ
 
Artinya: “Puasa paling utama setelah Ramadan adalah berpuasa di bulan Allah, yaitu Muharam, dan salat yang paling utama setelah salat fardu adalah salat malam.” (HR Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, Nasai, Ibn Majah, Darimi, dan Ahmad).
 
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai niat puasa Tasua dan Asyura yang dapat diamalkan di bulan Muharam. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA