1 Muharam. DOK Magnific
1 Muharam. DOK Magnific

Sejarah 1 Muharam, Alasan di Balik Penetapan Bulan Pertama Kalender Hijriah

Renatha Swasty • 11 Juni 2026 13:21
Ringkasnya gini..
  • Penetapan Muharam sebagai awal tahun di dalam kalender Hijriyah bukanlah sebuah kebetulan.
  • Keputusan besar ini memiliki dasar yang sangat kuat dan berkaitan erat dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam.
  • Bulan Muharam dipilih karena momen penting kembalinya jemaah haji ke rumah masing-masing, sekaligus kebulatan tekad umat Islam melakukan hijrah.
Jakarta: Tahun Hijriah merupakan sistem penanggalan yang digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia hingga saat ini. Dalam kalender Islam terdapat 12 bulan, dan bulan Muharam dipilih sebagai bulan pertamanya.
 
Penetapan Muharam sebagai awal tahun di dalam kalender Hijriyah bukanlah sebuah kebetulan. Keputusan besar ini memiliki dasar yang sangat kuat dan berkaitan erat dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam.
 
Meskipun dinamakan kalender Hijriah, masyarakat sering kali bertanya-tanya mengapa Muharam yang dipilih menjadi bulan pertama. Padahal, peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW sebenarnya terjadi pada bulan Rabiulawal.

Sejarah mencatat nama-nama bulan dalam kalender Islam sebenarnya sudah eksis sejak zaman Arab Jahiliyah. Akan tetapi, pada masa itu penetapan tahunnya tidak konsisten dan kerap berganti-ganti tergantung peristiwa besar yang sedang terjadi.
 
Umat Islam baru memiliki sistem penanggalan terstruktur pada masa pemerintahan Khalifah kedua, yaitu Umar bin Khattab. Melalui musyawarah bersama para sahabat, ia menetapkan peristiwa hijrah sebagai titik awal kalender Islam.

Alasan Memilih Peristiwa Hijrah

Mengutip laman NU Online Jawa Timur, Khalifah Umar bin Khattab menilai hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah merupakan peristiwa yang sangat besar. Peristiwa ini bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan sebuah titik awal pembangunan masyarakat Islami sekaligus menjadi pemisah yang tegas antara kebenaran (al-haq) dan kebatilan (al-bathil).
 
Dalam kitab At-Tarikh Al-Kabir karya Imam Bukhari, diriwayatkan bagaimana proses musyawarah penentuan tarikh tersebut terjadi melalui jalur sanad yang disahkan:
 
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الوَهَّابِ الحَجَبِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ العَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ رَافِعٍ، قَالَ: سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ المُسَيِّبِ، يَقُولُ: قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: مَتَى نَكْتُبُ التَّارِيخَ؟ وَجَمَعَ المُهَاجِرِينَ، فَقَالَ لَهُ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: مِنْ يَوْمِ هَاجَرَ النَّبِيُّ ﷺ إِلَى المَدِينَةِ. فَكُتِبَ التَّارِيخُ.
 
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdul Wahhab al-Hajabi, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad, dari Utsman bin Rafi’, ia berkata: Aku mendengar Sa’id bin al-Musayyib berkata: Umar bin Khattab RA berkata: “Kapan kita menetapkan penanggalan (tarikh)?”. Lalu ia mengumpulkan kaum Muhajirin, Maka Sayyidina Ali RA berkata kepadanya: “Dimulai pada hari ketika Nabi SAW hijrah ke Madinah.” Maka sejak itulah penanggalan ditetapkan.”
 
Usulan dari Ali bin Abi Thalib ini pun disetujui oleh Umar dan para sahabat yang hadir.
 

Mengapa Muharam, Bukan Rabiulawal?

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa bulan pertamanya jatuh pada Muharam, bukan Rabiulawal yang merupakan bulan kedatangan Nabi di Madinah.
 
Merujuk pada buku Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW dalam Sorotan Al-Qur’an dan Hadis-hadis Shahih karya M. Quraish Shihab, proses sejarah hijrah tersebut sejatinya sudah dimulai sejak bulan Muharam. Segala persiapan dan kebulatan tekad untuk berhijrah lahir di bulan ini.
 
Hal tersebut didasarkan pada peristiwa Bai’at Aqabah Kedua yang terjadi pada bulan Zulhijah, bulan sebelum Muharam. Setelah kesepakatan baiat itu tercapai, tekad untuk hijrah sudah bulat, bahkan sebagian sahabat sudah mulai berangkat ke Madinah mendahului Nabi Muhammad SAW tepat pada bulan Muharam. Oleh sebab itu, hitungan awal tahun dimulai sejak adanya kebulatan tekad dan perencanaan, bukan pada waktu pelaksanaannya.

Hasil Musyawarah Para Sahabat

Alasan penguat lainnya juga dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari. Awalnya, penetapan kalender ini dipicu oleh surat dari Abu Musa Al-Asy'ari kepada Khalifah Umar yang mengeluhkan banyaknya surat resmi pemerintahan yang tidak memiliki tanggal.
 
Saat Umar mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah, muncul berbagai usulan mengenai kapan awal tahun dimulai. Ada yang mengusulkan dimulai dari tahun diutusnya Nabi menjadi Rasul (al-mab'ath), dan ada yang mengusulkan dari tahun hijrah. Setelah menyepakati opsi hijrah, para sahabat kembali berdiskusi mengenai bulan apa yang menjadi pembuka.
 
Sebagian sahabat sempat mengusulkan agar tahun baru dimulai dari bulan Ramadan. Namun, Khalifah Umar bin Khattab menyanggah dan memberikan keputusan final.
 
“Tidak, tetapi dari bulan Muharam, karena bulan itu adalah saat kembalinya orang-orang dari ibadah haji.”
 
Mendengar argumen tersebut, seluruh sahabat yang hadir akhirnya sepakat dan rida menjadikannya sebagai ketetapan hukum yang berlaku hingga hari ini. 
 
Kesimpulannya, bulan Muharam dipilih karena menjadi momen penting kembalinya jemaah haji ke rumah masing-masing, sekaligus menjadi bulan pembuka saat perencanaan serta kebulatan tekad umat Islam untuk melakukan hijrah besar-besaran dimulai.
 
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai sejarah 1 Muharam. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan, ya! (Talitha Islamey)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA