P2G pun mendesak para kepala daerah untuk melakukan tes swab massal kepada guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Semua biaya tes swab juga diminta ditanggung Pemda setempat, bukan oleh guru atau sekolah.
"Merujuk pada survei P2G terbaru, dengan responden guru yang tersebar dari 100 Kota/Kab di 29 Provinsi, sebanyak 66 persen guru setuju untuk dilakukan tes swab sebelum PTM dilakukan," ujarnya.
Selanjutnya, P2G mendesak pemerintah pusat dan daerah membuat surat imbauan kepada sekolah-sekolah agar para guru dan orang tua siswa tidak melakukan kegiatan liburan setelah terima rapor siswa.
Baca: Puluhan Guru MAN 22 Jakbar Terpapar Covid-19, Ini Respons PGRI
Sementara, Kepala Bidang Advokasi Guru P2G Iman Z Haeri menekankan para wali kelas dan kepala sekolah meningkatkan komunikasi dengan para orang tua siswa. Intensitas komunikasi di masa pandemi dan liburan ini perlu dilakukan, khususnya, dalam rangka saling mengawasi aktivitas siswa.
"Jangan sampai dengan alasan jenuh di rumah pasca pelaksanaan PAS, para siswa malah mengisinya dengan keluyuran ke mana-mana. Semua tindakan ini dilakukan semata-mata sebagai tindakan preventif agar klaster sekolah tidak makin banyak, guru dan siswa serta keluarga mereka tetap sehat jika di rumah," papar Iman.
Dia melanjutkan, P2G meminta para kepala sekolah dan manajemen yayasan sekolah tidak menutup-nutupi jika ada guru, tenaga kependidikan, dan siswa di sekolah tersebut positif covid-19. Ini penting dilakukan, agar bisa membantu tracing dan antisipasi penyebaran covid-19 sedari dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News