Jakarta: Sejak akhir November hingga Desember 2020, para siswa sedang mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil. Setelahnya, siswa akan menerima rapor dan kemudian libur semester.
Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G/Perhimpunan guru) Satriwan Salim meminta para guru dan orang tua siswa tak memanfaatkan libur akhir semester untuk pergi liburan. Ini demi mencegah terjadinya penularan covid-19.
"Pandemi masih tinggi, apalagi ke depan ada momen libur Pilkada, Natal, dan Tahun Baru. Cukuplah kasus guru MAN 22 Jakarta jadi contoh dan pelajaran bagi kita," ungkap Satriwan melalui keterangan tertulis, Senin 7 Desember 2020.
Kasus yang dicontohkan Satriwan yakni peristiwa puluhan guru dan staf MAN 22 Jakarta yang terpapar covid-19 usai berwisata ke Yogyakarta beberapa waktu lalu. Kasus itu cukup disesalkan banyak pihak dan semestinya dapat dicegah oleh pihak sekolah.
Baca: Daftar 12 Kasus Terbaru Siswa dan Guru Terpapar Covid-19
Ia menambahkan, Desember 2020 hingga Januari 2021 akan berpotensi menjadi klaster penyebaran covid-19 mengingat libur akhir semester, Natal, dan Tahun Baru. Akan ada potensi mobilitas yang tinggi dari masyarakat untuk berwisata.
Para guru dan orang tua siswa diminta tidak egois, untuk berlibur mengisi waktu. Sebab, klaster sekolah sudah mulai bermunculan, apalagi nanti akan ada rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM), mulai Januari 2021.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan