Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

KPAI: Sebagian Besar Sekolah Belum Siap Belajar Tatap Muka

Pendidikan Virus Korona sekolah Kenormalan Baru
Arga sumantri • 14 November 2020 19:11
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pengawasan tentang persiapan sekolah menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Pengawasan yang dilakukan selama empat bulan terakhir secara umum memotret kalau sebagian besar sekolah belum siap menyelenggarakan belajar tatap muka.
 
"Secara umum, dari 46 sekolah yang didatangi, sebagian besar belum siap," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti melalui siaran pers, Sabtu, 14 November 2020.
 
Retno mengatakan, ada beberapa sekolah yang dinilai sudah sangat siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Misalnya, SMKN 11 Bandung dan SMPN 4 Solo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedangkan sekolah yang siap tetapi masih memerlukan Protokol/SOP Adapatasi Kebiasaan Baru (AKB) adalah SMKN 1 Manonjaya kabupaten Tasikmalaya, SMKN 63 Jakarta Selatan, SMPN 1 Kota Magelang, SMPN 7 Kota Bogor, dan SDN Pekayon Jaya 06 Kota Bekasi," beber Retno.
 
Ia menambahkan, SMKN 11 Bandung memiliki nilai kesiapan yang tertinggi. Keberhasilan sekolah ini menyiapkan adaptasi kebiasaan baru di satuan pendidikan karena peran kepala sekolahnya dan dukungan pendanaan dari komite sekolah.
 
Baca:Tips Persiapan Asesmen Nasional Bagi Guru dan Sekolah
 
Menurut Rentno, sekolah ini tidak hanya siap secara infrastruktur, namun juga siap dengan protokol kesehatan yang lengkap. Selain itu, sudah pula disosialisasikan dan diuji coba dengan sepertiga dari total jumlah siswa.
 
"Bahkan belakangan KPAI mendapatkan informasi bahwa sekolah sudah membuat video sosialisasi protokol kesehatan di sekolah," ujarnya.
 
Sementara itu, kata Retno, SMPN 4 Solo secara infrastruktur sangat siap. Namun, 15 protokol kesehatan yang sudah dibuat sekolah ini masih perlu disempurnakan. Tim gugus tugas covid-19 sekolah juga dinilai sangat kooperatif dan langsung menunjukkan keseriusan merevisi.
 
"Bahkan tata letak ruang guru yang kurang tercipta jaga jarak segera diubah sore hari setelah KPAI pengawasan dan memberikan masukan," ungkapnya.
 
KPAI menilai kepala sekolah juga memiliki semangat dan keberanian mencoba pembelajaran tatap muka. Dukungan pemerintah kota Solo juga sangat membantu persiapan buka sekolah. Pemkot Solo membiayai seluruh rapid test untuk seluruh guru/karyawan dan 119 siswa yang mendapatkan persetujuan orang tua untuk mengikuti PTM.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif