"Upaya untuk mengakhiri ketidaksesuaian antara kebutuhan pasar kerja dan kualitas lulusan perguruan tinggi tidak bisa ditunda lagi, di tengah perubahan yang terjadi di sejumlah sektor. Langkah segera untuk mengantisipasi perubahan tersebut diharapkan mampu menekan angka pengangguran saat ini," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, dalam keterangannya tertulis, Selasa, 28 April 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco, mengungkapkan pihaknya berencana mengkaji ulang dan menyesuaikan program studi (prodi) di perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.
Data Kementerian Ketenagakerjaan merujuk Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025. Ironisnya, sebanyak 1,01 juta orang di antaranya adalah lulusan perguruan tinggi.
Baca Juga :
Wacana Tutup Prodi, Pengamat Semprot Kemendiktisaintek: Jangan Jadikan Kampus Pabrik Buruh
Rerie menegaskan kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar harus benar-benar terwujud. Anggota Komisi X DPR RI itu berpendapat perkembangan teknologi global yang begitu cepat turut memengaruhi kebutuhan dunia usaha.
Dia mendorong semua pihak segera bergerak konsisten dan berkesinambungan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi.
"Dibutuhkan dukungan semua pihak terkait dalam membangun sistem pendidikan yang mampu melahirkan lulusan perguruan tinggi yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan dunia usaha," ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News