Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur gedung semata agar program ini dapat berjalan optimal. Kesiapan sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik dan kependidikan kompeten menjadi faktor yang sama pentingnya dalam menentukan keberhasilan Sekolah Rakyat permanen ke depan.
Dalam proses transisi dari Sekolah Rakyat rintisan menuju permanen, kebutuhan guru dan tenaga kependidikan semakin mendesak untuk segera dipenuhi. Jumlah siswa yang ditargetkan masuk pada Tahun Ajaran baru 2026/2027 mencapai lebih dari 32.000 orang.
Sehingga, ketersediaan tenaga pengajar yang memadai menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda lebih lama. Merespons kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan rekrutmen besar-besaran tenaga pendidik dan kependidikan untuk mengisi pos-pos di seluruh Sekolah Rakyat permanen yang tersebar di berbagai daerah.
“Tahun ini kita Insyaallah akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan. Sementara siswanya kita akan merekrut lebih dari 32.000 untuk tahun ini,” jelas Menteri Sosial, Saifullah Yusuf yang kerap dikenal Gus Ipul, dikutip dari laman kemensos.go.id, Rabu, 27 Mei 2026.
Dukung Tahun Ajaran Baru Juli 2026
Rekrutmen tenaga pendidik ini sejalan dengan target pemerintah yang ingin memastikan 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap II dapat berfungsi seluruhnya dan siap digunakan untuk pembelajaran pada Juli 2026.Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan gedung pada tahap ini selesai pada bulan Juni. Sehingga, persiapan operasional termasuk penempatan tenaga pendidik dapat langsung dilakukan setelahnya.
Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) yang telah berupaya keras melakukan percepatan pembangunan di lapangan. “Di lapangan tantangannya luar biasa, tetapi Pak Menteri PU turun langsung dan berusaha melakukan percepatan-percepatan,” kata Gus Ipul.
Infrastruktur Digital Turut Disiapkan
Tidak hanya memperkuat tenaga pendidik, Kementerian Sosial juga berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membangun sarana prasarana pembelajaran digital di seluruh Sekolah Rakyat permanen. Infrastruktur ini mencakup instalasi sambungan internet dan berbagai kebutuhan penunjang pembelajaran berbasis teknologi lainnya.“Infrastruktur pembelajaran digital, instalasi sambungan internetnya maupun juga hal-hal lain yang terkait dengan pembelajaran digital itu,” kata Gus Ipul.
Pembangunan Tahap III Terus Berjalan
Secara simultan, KemenPU juga telah memulai proses pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap III yang terbagi menjadi tiga sub-tahap. Tahap III A sebanyak 7 titik dan tahap III B sebanyak 11 titik masing-masing ditargetkan selesai pada Desember 2026, sementara tahap III C sebanyak 89 titik ditargetkan rampung paling lambat Juni 2027.Hal tersebut akann diupayakan semaksimal mungkin agar seluruh 93 titik tahap II dapat fungsional tepat waktu. “Harapan saya sih, dari 93 titik itu minimum 88 itu benar-benar sudah selesai, kalau bisa 93 selesai,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo.
Kemensos bersama Kementerian PU, dengan dukungan Kantor Staf Presiden (KSP), juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam upaya sinkronisasi percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di tingkat daerah. (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News