Siswi kelas 10 SMA Sekolah Rakyat 13 Bekasi, Alma Razkia. DOK YouTube Bakom RI
Siswi kelas 10 SMA Sekolah Rakyat 13 Bekasi, Alma Razkia. DOK YouTube Bakom RI

Anak Tukang Pijat Berhasil Bangkit! Sempat Putus Asa Soal Biaya, Kini Alma Kejar Cita-Cita Lewat Sekolah Rakyat

Renatha Swasty • 08 Mei 2026 18:33
Ringkasnya gini..
  • Alma Razkia sempat khawatir tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena keterbatasan ekonomi keluarga.
  • Alma sangat bersyukur karena di Sekolah Rakyat semua kebutuhan pendidikan sudah terjamin.
  • Sekolah Rakyat memberikan harapan baru dan mimpi baru untuk Alma agar bisa terus sekolah dan berani bermimpi.
Bekasi: Alma Razkia sempat khawatir tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena keterbatasan ekonomi keluarga. Bahkan, dia sempat memiliki tunggakan biaya sekolah hingga Rp11 juta saat masih duduk di bangku SMP. 
 
Meski begitu, ia tetap berusaha menyelesaikan pendidikannya sambil terus mendalami ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an. Beruntung, dia dipertemukan dengan Sekolah Rakyat. 
 
“Waktu itu saya sempat berpikir tidak bisa lanjut sekolah karena ibu sudah tidak punya biaya lagi untuk menyekolahkan saya. Tapi ternyata Allah menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai jalan agar saya bisa terus belajar,” ujar Alma dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026. 

Alma berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai tukang pijat dan pekerja serabutan, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Sebelum mengenal Sekolah Rakyat, Alma terus berpikir tidak akan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena keterbatasan ekonomi keluarga.
 
“Kadang saya berpikir untuk makan saja susah, bagaimana untuk sekolah. Tapi sekarang saya sangat bersyukur karena di Sekolah Rakyat semua kebutuhan pendidikan sudah terjamin,” kata siswi kelas 10 SMA Sekolah Rakyat 13 Bekasi itu.
 
Melalui program Sekolah Rakyat, Alma mendapatkan berbagai fasilitas penunjang pendidikan mulai dari seragam, alat tulis, laptop, hingga kebutuhan makan dan asrama secara gratis. Menurutnya, fasilitas tersebut membuat dirinya lebih fokus dalam belajar dan mengejar cita-cita.
 
“Di sini kami diberikan fasilitas yang sangat membantu untuk belajar. Semuanya sudah tersedia sehingga orang tua tidak perlu lagi memikirkan kebutuhan saya selama sekolah,” ujar dia.
  Alma juga merasakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter dan semangat para siswa. Para guru tidak hanya mengajarkan pelajaran akademik, tetapi juga nilai etika, dan semangat perjuangan hidup.
 
“Guru-guru di sini tidak hanya mengajarkan ilmu akademis, tapi juga mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang baik dan bermanfaat,” ungkap Alma.
 
Kehidupan berasrama di Sekolah Rakyat juga membentuk kedisiplinan dan kemandirian siswa. Selain kegiatan belajar di kelas, para siswa mengikuti berbagai kegiatan asrama, organisasi, hingga ekstrakurikuler yang membantu mengembangkan minat dan bakat mereka.
 
Meski harus jauh dari keluarga dan hidup tanpa penggunaan handphone sehari-hari, Alma mengaku banyak mendapatkan pelajaran hidup selama hampir 10 bulan menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.
 
“Saya jadi lebih suka membaca dan lebih fokus belajar. Di sini saya belajar tentang perjuangan dan bagaimana menjadikan hidup lebih bermakna,” ujar dia.
 
Kini, Alma memiliki mimpi besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri dan membahagiakan keluarganya. Ia bercita-cita menjadi dosen sekaligus reporter agar dapat mengangkat derajat keluarganya di masa depan.
 
“Sekolah Rakyat memberikan harapan baru dan mimpi baru untuk kami agar bisa terus sekolah dan berani bermimpi,” tutur Alma.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA