Ilustrasi Menulis. Pexels
Ilustrasi Menulis. Pexels

Metafora Adalah? Simak Penjelasan, Ciri-ciri dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia

Ilham Pratama Putra • 29 Juni 2026 19:33
Ringkasnya gini..
  • Metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal berbeda dengan makna kiasan.
  • Metafora tidak memakai kata pembanding seperti “seperti” atau “bagai”.
  • Metafora sering digunakan dalam sastra dan komunikasi sehari-hari untuk memperkuat pesan.
Jakarta: Metafora menjadi kata yang paling banyak ditanyakan maknanya oleh masyarakat. Nah, agar tidak salah pemaknaan, kamu perlu tahu apa artinya metafora
 
Apa itu metafora? Metafora adalah salah satu gaya bahasa atau majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal berbeda secara langsung dengan makna kiasan. 
 
Dalam kehidupan sehari-hari, metafora sering digunakan untuk membuat kalimat menjadi lebih menarik. Bahkan dengan pendekatan metafora, kata bisa menadi lebih kuat, dan memiliki makna yang lebih dalam.

Banyak orang mungkin sering mendengar atau menggunakan ungkapan seperti “dia adalah bintang kelas”, atau “tulang punggung keluarga”, atau “bertangan dingin”. Kalimat-kalimat tersebut bukan berarti seseorang benar-benar menjadi bintang atau tulang punggung secara fisik, melainkan memiliki makna perbandingan.
 
Baca juga: 
 
 

 
Lantas, apa sebenarnya metafora? Bagaimana ciri-cirinya, jenis, fungsi, hingga contoh penggunaannya? Yuk simak penjelasannya!

Pengertian Metafora

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata yang bukan menggunakan arti sebenarnya. Metafora menjadi gambaran berdasarkan persamaan atau perbandingan. 
 
Metafora termasuk dalam kelompok majas perbandingan. Berbeda dengan perbandingan biasa yang menggunakan kata seperti “seperti”, “bagai”, atau “laksana”, metafora menyampaikan perbandingan secara langsung tanpa kata penghubung tersebut.
 
Contoh: "Rina adalah bunga desa"
 
Kalimat tersebut tidak berarti Rina benar-benar berupa bunga. Kata “bunga” digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan seseorang yang dianggap cantik atau menarik perhatian di suatu lingkungan.

Ciri-ciri Metafora

Untuk mengenali sebuah kalimat metafora, terdapat beberapa ciri yang dapat diperhatikan, yaitu:

1. Mengandung perbandingan

Metafora membandingkan sesuatu dengan hal lain yang memiliki kesamaan sifat atau karakter.
 
Contoh: “Dia adalah kutu buku belajar”
 
Maksudnya bukan seseorang berubah menjadi kutu, tetapi menggambarkan orang yang sangat rajin membaca buku.

2. Menggunakan makna kiasan

Kata yang digunakan tidak memiliki arti sebenarnya.
 
Contoh: “Ia menjadi tangan kanan pimpinan.”
 
“Tangan kanan” berarti orang kepercayaan, bukan bagian tubuh secara harfiah.

3. Tidak memakai kata pembanding

Metafora berbeda dengan majas simile karena tidak menggunakan kata seperti “seperti”, “bagai”, atau “laksana”.
 
Perbandingan biasa: “Wajahnya seperti bulan.”

Jenis-Jenis Metafora

Dalam penggunaannya, metafora dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:
  • Metafora Eksplisit
Metafora eksplisit merupakan perbandingan yang objek dan pembandingnya disebutkan secara langsung.
 
Contoh: “Anak itu adalah bintang kelas.”
Artinya anak tersebut memiliki prestasi yang menonjol di kelas.
  • Metafora Implisit
Metafora implisit hanya menyampaikan salah satu unsur perbandingan sehingga pembaca perlu memahami maknanya.
 
Baca juga: Jangan Anggap Remeh! Ini Tips Hadapi Soal Bahasa Indonesia Berdasarkan hasil Evaluasi TKA  

Fungsi Metafora dalam Bahasa

Metafora tidak hanya digunakan dalam karya sastra, tetapi juga dalam komunikasi sehari-hari. Beberapa fungsi metafora antara lain:

1. Memperindah Kalimat

Metafora membuat bahasa menjadi lebih hidup dan tidak monoton. Contoh:
 
“Langit menangis sejak pagi.”
Kalimat tersebut menggunakan gambaran kiasan untuk menggambarkan hujan.

2. Memperkuat Pesan

Metafora dapat membuat sebuah pesan terasa lebih kuat. Contoh:
 
“Pendidikan adalah jembatan menuju masa depan.”
Maksudnya pendidikan menjadi sarana untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

3. Menjelaskan Hal Abstrak

Konsep yang sulit dijelaskan bisa dibuat lebih mudah dipahami melalui perumpamaan. Contoh:
 
“Waktu adalah pedang.”
 
Maknanya, waktu sangat berharga dan harus dimanfaatkan dengan baik.
 
Itulah penjelasan soal Metafora. Semoga informasi ini membantu yaa.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA