Hal itu terungkap dalam data milik resmi Capaian Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Mengutip unggahan instagram @litbangdikbud, nyatanya capaian siswa dalam bahasa Indonesia belum mempuaskan.
"3.466.018 peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA), nilai rata-rata penalaran teks masih di bawah 50%," tulis unggahan instagram @litbangdikbud, dikutip Kamis 25 Juni 2026.
| Baca juga: 'Sarapan Soal' Tiap Pagi, Rania Siswi SD Muhammadiyah Dapat Nilai TKA Sempurna |
Hasil evaluasi nasional terhadap hasil TKA itu juga menunjukkan masih ada banyak kemampuan literasi yang perlu diperkuat. Salah satunya adalah kemampuan memahami makna tersirat atau pemahaman inferensial yang masih jadi tantangan bagi banyak siswa
Apa saja yang harus menjadi perhatian siswa dalam kemampuan bahasa Indonesia? Simak penjelasan berikut:
Pahami Area Materi yang paling sering mengecoh
1. Jebakan Kata Konotatif dan IdiomTantangannya: Murid sering terkecoh saat mengartikan makna kiasan, istilah asing, atau ketepatan penggunaan kata dalam kalimat.
2. Pemahaman Inferensial/Tersirat
Tantangannya: Menemukan makna yang tersirat, seperti menentukan ide pokok tersembunyi, kesimpulan nilai moral, serta hubungan sebab-akibat antarparagraf.
Contoh Soal Pilihan Ganda
Judul: Pulihkan Ekosistem, Menjaga Planet Kita dari Generasi ke GenerasiBerdasarkan hasil riset LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) terjadi peningkatan sampah plastik selama pandemik. Hal ini disebabkan oleh penggunaan layanan delivery makanan lewat jasa transportasi online, 96% paket dibungkus dengan plastik yang tebal dan ditambah dengan bubble wrap. Selain itu selotip, bungkus plastik, dan bubble wrap merupakan pembungkus berbahan plastik yang paling sering ditemukan. Sampah medis juga melonjak. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa selama pandemi, terjadi peningkatan timbunan sampah medis sebesar 30% hingga 50%. Dari data tersebut, Indonesia merupakan negara ke-2 penyumbang polusi sampah di lautan (3,22 metrik ton per tahun).
Salah satu faktor penyebab dari pesamasalahan tersebut adalah dengan pertambahan jumlah penduduk akan terjadi peningkatan aktivitas manusia dan daya konsumsi yang melonjak. Hal itu menyebabkan meningkatnya jumlah dan jenis limbah sehingga menyebabkan lingkungan menjadi tercemar. Selain sampah, penebangan pohon secara liar sampai pada kebakaran hutan menjadi penyumbang terbesar dalam kerusakan ekosistem. Banyak aktivitas manusia yang mengancam pelestarian lingkungan sehingga menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem. Manusia punya peran besar dalam keseimbangan ekosistem, bukan cuma untuk sekarang, tapi juga untuk generasi mendatang. Tanggung jawab dalam menjaga lingkungan, tentunya bukan hanya dibebankan oleh pemerintah saja, tetapi seluruh elemen masyarakat harus bahu-membahu dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang tidak hanya sebagai seremonial belaka, tentunya menjadi sebuah harapan dalam meningkatkan kesadaran menjaga dan melestarikan lingkungan. Selain itu, memberikan semangat baru bagi kita semua untuk komitmen menjaga lingkungan. Dengan memulai dari diri sendiri dan hal paling kecil, yaitu tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik karena merusak ekosistem laut, tidak menebang pohon dengan liar hingga membuat gundul hutan. Mari bersama merobohkan jurang ekologi, memulihkan ekosistem bumi dengan pendekatan pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan.
Pertanyaan: Mengapa penulis memilih istilah ‘bahu-membahu’ untuk menggambarkan peran semua pihak dalam upaya pelestarian lingkungan? Kamu bisa menjawab dengan poin penting sebagai berikut:
- Memperkuat makna pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk mencapai tujuan
- Memberikan sedikit kesan informal yang mungkin kurang pas untuk teks opini
- Mengindikasikan bahwa idiom lebih cocok digunakan untuk konteks fisik
- Menyiratkan adanya paksaan atau tekanan dari satu pihak kepada pihak lain
- Menunjukkan bahwa konteks ini terlalu ambigu dan tidak ada definisi yang jelas
| Baca juga: Nilai TKA Bahasa Inggris SMA Cuma 24, P2G: Benahi Kemampuan Dasar Bukan Bahasa Prancis! |
Jadikan evaluasi ini sebagai peta strategi belajarmu:
Asah Logika Tersirat:Jangan hanya membaca permukaan teks. Latih diri menyimpulkan konflik utama, urutan kejadian, dan memprediksi kelanjutan cerita.
Kuasai Konteks Kalimat:
Saat menemukan kata kiasan atau istilah asing baru, jangan dilewati. Cari artinya di kamus dan pahami bagaimana kata itu menyatu dalam teks.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda