"Bagi P2G justru yang paling mendesak dibenahi adalah kemampuan dasar murid untuk bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan matematika sejak sekolah dasar," tegas Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, melalui keterangan tertulis, Jumat, 29 Mei 2026.
Satriwan mengatakan hasil TKA SMA 2025 sangat menyedihkan, rata-rata nilai Bahasa Inggris 24,93; Matematika 36,10; dan Bahasa Indonesia 55,38. Begitu juga di jenjang SD dan SMP, hasil TKA masih rendah, artinya kemampuan dasar anak-anak Indonesia belum mencapai kompetensi minimum.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia 60,14 untuk jenjang SD/ sederajat, dan 60, 83 untuk jenjang SMP/sederajat. Lalu nilai Matematika SD/sederajat sebesar 43,41 dan Matematika SMP/sederajat nilai reratanya 40,35 dari skala 0-100.
Baca Juga :
Presiden Prabowo Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis, P2G: Belum Jadi Kebutuhan Prioritas!
Iman mengatakan dalam konteks pendidikan, data UNESCO menunjukkan Prancis tidak termasuk 10 negara favorit dari 59.224 WNI yang melanjutkan studi di luar negeri. Prancis menempati pilihan ke-11 WNI dengan pelajar Indonesia hanya 812 orang saja.
Sedangkan Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris menempati posisi 1-5 pilihan mahasiswa Indonesia melanjutkan studi. P2G merekomendasikan Kemdikdasmen dan Kemenag menjadikan pelajaran Bahasa Prancis dan Portugis sebagai bagian dari kegiatan esktrakurikuler di sekolah.
"Sebagai solusi, pemerintah dapat menjadikan bahasa Prancis dan Portugis sebagai kegiatan ekstrakurikuler murid di sekolah, jadi bentuknya klub siswa, bagi yang berminat saja, tidak wajib," ujar Iman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News