Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Youtube Ganesha TV
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Youtube Ganesha TV

Minat Mahasiswa Masuk STEM Masih Rendah, Jumlah Guru Sains dan Teknologi akan Ditambah

Ilham Pratama Putra • 08 Oktober 2026 13:54
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah menyoroti rendahnya minat mahasiswa mempelajari STEM.
  • Indonesia membutuhkan lebih banyak SDM yang menguasai sains dan teknologi.
  • Kemendikdasmen mengembangkan STEM 5M agar pembelajaran lebih mudah dan menyenangkan.
Jakarta: Pemerintah menyoroti rendahnya minat mahasiswa Indonesia untuk mempelajari bidang STEM yang mencakup sains, teknologi, teknik, dan matematika. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk memperkuat sumber daya manusia yang menguasai sains dan teknologi.

"Betapa rendahnya minat mahasiswa untuk mempelajari STEM, Science, Technology, Engineering, and Math," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII dikutip Kamis 8 Oktober 2026. Mu'ti mengatakan penguatan STEM menjadi salah satu prioritas pendidikan yang mendapat arahan Presiden Prabowo Subianto. Kebutuhan terhadap sumber daya manusia di bidang tersebut juga berkaitan dengan kemampuan Indonesia mengolah potensi kekayaan alam menjadi produk bernilai ekonomi.

"Padahal kita memerlukan lebih banyak lagi sumber daya manusia yang mampu mengolah kekayaan alam kita sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dengan kemampuan mereka dalam bidang sains dan teknologi," ujarnya.

Karena itu, pemerintah tidak hanya ingin meningkatkan minat siswa terhadap STEM. Tetapi juga memperkuat kemampuan guru dalam mengajarkan bidang tersebut. "Dan karena itu tentu kami memerlukan lebih banyak lagi guru-guru yang mahir dalam mengajarkan STEM," tutur Mu'ti.
Guru mengajar siswa_ Foto BKHM Kemendikdasmen
Guru Mengajar Siswa. Foto: Kemendikdasmen

Kemendikdasmen menyiapkan pendekatan STEM 5M untuk membuat pembelajaran sains dan teknologi lebih mudah diterima siswa. Konsep tersebut terdiri atas Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.

Mu'ti mengatakan pendekatan tersebut diharapkan dapat mengubah anggapan terhadap bidang STEM. Dimana STEM termasuk matematika bukanlah bidang yang sulit dipelajari.

"Inilah yang kita coba kembangkan, sehingga tidak lagi guru itu menakut-nakuti muridnya bahwa STEM itu susah," katanya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan