"Betapa rendahnya minat mahasiswa untuk mempelajari STEM, Science, Technology, Engineering, and Math," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII dikutip Kamis 8 Oktober 2026.
Baca Juga :
Lestari Moerdijat: Peran Keluarga dan Negara Harus Hadir Lindungi Anak dari Ekosistem Digital
"Padahal kita memerlukan lebih banyak lagi sumber daya manusia yang mampu mengolah kekayaan alam kita sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dengan kemampuan mereka dalam bidang sains dan teknologi," ujarnya.
Karena itu, pemerintah tidak hanya ingin meningkatkan minat siswa terhadap STEM. Tetapi juga memperkuat kemampuan guru dalam mengajarkan bidang tersebut. "Dan karena itu tentu kami memerlukan lebih banyak lagi guru-guru yang mahir dalam mengajarkan STEM," tutur Mu'ti.
Guru Mengajar Siswa. Foto: Kemendikdasmen
Kemendikdasmen menyiapkan pendekatan STEM 5M untuk membuat pembelajaran sains dan teknologi lebih mudah diterima siswa. Konsep tersebut terdiri atas Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.
Mu'ti mengatakan pendekatan tersebut diharapkan dapat mengubah anggapan terhadap bidang STEM. Dimana STEM termasuk matematika bukanlah bidang yang sulit dipelajari.
"Inilah yang kita coba kembangkan, sehingga tidak lagi guru itu menakut-nakuti muridnya bahwa STEM itu susah," katanya.