Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengibaratkan Lailatul Qadar seperti fenomena midnight sale atau obral tengah malam. Ia mengatakan momen tersebut merupakan kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih pahala berlipat ganda.
“Dalam teori marketing, diskon dan bonus hanya bermakna bagi mereka yang membeli produknya. Begitu juga dengan Lailatul Qadar; semurah atau semulia apa pun bonus pahala yang ditawarkan, ia hanya akan didapatkan oleh mereka yang benar-benar ‘berbelanja’ dengan melakukan ibadah dan iktikaf,” ujar Mu'ti dalam ceramah pada malam ke-28 Ramadan 1447 H di Masjid At-Tanwir, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta dikutip dari laman muhammadiyah.or.id, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menjelaskan Allah SWT memberikan 'bonus' dan 'diskon' pahala di akhir Ramadan sebagai bentuk motivasi agar umat tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Oleh karena itu, umat Islam didorong menghidupkan malam-malam terakhir dengan ibadah yang optimal.
Mu’ti menjelaskan makna Lailatul Qadar dengan merujuk pada pandangan Quraish Shihab. Ia menyebut kata “Qadar” memiliki tiga arti utama.
Pertama, mulia, yakni Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh kemuliaan. Kedua, takaran atau ukuran, yaitu malam ketika Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia.
Ketiga, sempit, yang merujuk pada keterbatasan waktu malam tersebut hingga fajar serta banyaknya malaikat yang turun ke bumi. “Sempit karena waktunya terbatas dan karena banyaknya malaikat yang turun sehingga seolah-olah berdesak-desakan,” jelas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) itu.
Mu’ti menegaskan kemuliaan hidup manusia sangat bergantung pada sejauh mana mereka mengamalkan ajaran Al-Qur’an. Menurutnya, implementasi nilai-nilai syariat dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci utama meraih kemuliaan tersebut.
“Jika kita mengamalkan syariat Allah dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mendapatkan kemuliaan dalam kehidupan,” tegas dia.
Dia juga menyinggung pentingnya persatuan umat Islam dalam menyambut Idulfitri. Meski terdapat perbedaan pandangan, ia mengingatkan agar hal tersebut disikapi dengan bijaksana sebagai bagian dari rahmat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News