Jakarta: Lailatul Qadar menjadi fenomena spiritual yang sangat dinantikan oleh kaum muslimin setiap tahunnya setiap bulan Ramadan.
Melansir laman Kemenag RI, mayoritas ulama berpendapat bahwa malam yang lebih baik dari seribu bulan ini jatuh pada rentang sepuluh malam terakhir Ramadan.
Secara spesifik, umat Muslim diimbau untuk mengintensifkan ibadah pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21 hingga malam ke-29.
Namun malam ke-27 Ramadan sering dikaitkan dengan waktu terjadinya malam Lailatul Qadar. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar RA menyebutkan: "Siapa saja yang berupaya untuk mendapat malam Lailatul Qadar, hendaklah ia berupaya untuk mendapatinya pada malam ke-27." (HR Ahmad).
Adapun malam ke-27 Ramadan 1447 H jatuh pada tanggal 15 Maret 2026 untuk kalender Muhammadiyah. Sedangkan mengacu kalender Pemerintah, malam ke-27 Ramadan jatuh di tanggal 16 Maret 2026 malam.
Baca Juga :
Kumpulan Doa dan Zikir Menunggu Malam Lailatul Qadar
Keutamaan malam Lailatul Qadar
Malam Turunnya Al-Qur'an (Nuzulul Qur'an)
Peristiwa paling fundamental yang terjadi pada Lailatul Qadar adalah permulaan turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Qadr, Al-Qur'an diturunkan secara sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam yang penuh berkah ini.
Rasulullah SAW mengalami peristiwa dahsyat saat Malaikat Jibril mendatangi beliau di Gua Hira untuk menyampaikan wahyu pertama, Surah Al-Alaq ayat 1-5. Peristiwa ini menandai titik balik peradaban manusia dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam.
Turunnya Para Malaikat ke Bumi
Salah satu ciri khas Lailatul Qadar yang dialami dan disaksikan secara spiritual oleh Rasulullah adalah turunnya malaikat dalam jumlah yang sangat banyak, termasuk Malaikat Jibril.
Para malaikat turun ke bumi untuk membawa rahmat, keberkahan, dan kedamaian bagi setiap hamba yang sedang beribadah. Kehadiran mereka menyelimuti bumi dengan ketenangan hingga terbit fajar, sebuah suasana yang sangat dirasakan oleh Rasulullah dan para sahabat saat melakukan i'tikaf di masjid.
Penetapan Takdir Tahunan
Dalam khazanah Islam, Lailatul Qadar juga dimaknai sebagai "Malam Penetapan". Pada malam ini, Allah SWT memerintahkan malaikat untuk mencatat rincian takdir makhluk-Nya untuk satu tahun ke depan, mulai dari urusan rezeki, ajal, hingga keberuntungan.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak doa dan ibadah pada malam ini, agar ketika takdir kita sedang dicatat, kita berada dalam kondisi terbaik, sedang bersujud dan memohon ampunan kepada-Nya.
Jakarta:
Lailatul Qadar menjadi fenomena spiritual yang sangat dinantikan oleh kaum muslimin setiap tahunnya setiap bulan
Ramadan.
Melansir laman Kemenag RI, mayoritas ulama berpendapat bahwa malam yang lebih baik dari seribu bulan ini jatuh pada rentang sepuluh malam terakhir Ramadan.
Secara spesifik, umat Muslim diimbau untuk mengintensifkan ibadah pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21 hingga malam ke-29.
Namun malam ke-27 Ramadan sering dikaitkan dengan waktu terjadinya malam Lailatul Qadar. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar RA menyebutkan: "Siapa saja yang berupaya untuk mendapat malam Lailatul Qadar, hendaklah ia berupaya untuk mendapatinya pada malam ke-27." (HR Ahmad).
Adapun malam ke-27 Ramadan 1447 H jatuh pada tanggal 15 Maret 2026 untuk kalender Muhammadiyah. Sedangkan mengacu kalender Pemerintah, malam ke-27 Ramadan jatuh di tanggal 16 Maret 2026 malam.
Keutamaan malam Lailatul Qadar
Malam Turunnya Al-Qur'an (Nuzulul Qur'an)
Peristiwa paling fundamental yang terjadi pada Lailatul Qadar adalah permulaan turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Qadr, Al-Qur'an diturunkan secara sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam yang penuh berkah ini.
Rasulullah SAW mengalami peristiwa dahsyat saat Malaikat Jibril mendatangi beliau di Gua Hira untuk menyampaikan wahyu pertama, Surah Al-Alaq ayat 1-5. Peristiwa ini menandai titik balik peradaban manusia dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam.
Turunnya Para Malaikat ke Bumi
Salah satu ciri khas Lailatul Qadar yang dialami dan disaksikan secara spiritual oleh Rasulullah adalah turunnya malaikat dalam jumlah yang sangat banyak, termasuk Malaikat Jibril.
Para malaikat turun ke bumi untuk membawa rahmat, keberkahan, dan kedamaian bagi setiap hamba yang sedang beribadah. Kehadiran mereka menyelimuti bumi dengan ketenangan hingga terbit fajar, sebuah suasana yang sangat dirasakan oleh Rasulullah dan para sahabat saat melakukan i'tikaf di masjid.
Penetapan Takdir Tahunan
Dalam khazanah Islam, Lailatul Qadar juga dimaknai sebagai "Malam Penetapan". Pada malam ini, Allah SWT memerintahkan malaikat untuk mencatat rincian takdir makhluk-Nya untuk satu tahun ke depan, mulai dari urusan rezeki, ajal, hingga keberuntungan.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak doa dan ibadah pada malam ini, agar ketika takdir kita sedang dicatat, kita berada dalam kondisi terbaik, sedang bersujud dan memohon ampunan kepada-Nya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)