Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa

Kampus Bukan Pabrik Pekerja! MPR Kritik Keras Wacana Penutupan Prodi Demi Industri

Ilham Pratama Putra • 06 Mei 2026 15:58
Ringkasnya gini..
  • Penutupan prodi mesti dikaji hati-hati
  • Penutupan prodi tidak bisa dikaitkan langsung dengan kebutuhan pasar kerja
  • Lulusan bukan hanya soal kompetensi, tapi pengembangan manusia seutuhnya
Jakarta: Wacana perampingan program studi di perguruan tinggi mendapat sorotan dari Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Ia menilai ide penutupan prodi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan pasar perlu dikaji secara hati-hati.
 
“Belakangan ini ramai wacana perampingan, jika prodi tidak sesuai pasar maka ditutup,” ujar Rerie dalam Diskusi Denpasar 12, Rabu 6 Mei 2026. 
 
Menurutnya, pendekatan yang hanya mementingkat kebutuhan industri berpotensi mengabaikan peran pendidikan sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan. Tidak semua disiplin ilmu bisa diukur dari kebutuhan pasar jangka pendek.

“Pendidikan tidak bisa hanya disambungkan dengan logika pasar,” tegasnya.
 
Baca juga:  Wacana Penutupan Prodi Tak Relevan dengan Industri, Rektor UNS: Tidak Semudah Itu

Ia mengingatkan, kampus memiliki fungsi strategis dalam menjaga keberagaman keilmuan. Penutupan prodi secara sepihak dapat menghambat perkembangan ilmu yang justru penting bagi masa depan.
 
“Kita harus melihat pendidikan dalam kerangka yang lebih luas,” katanya.
 
Rerie menilai bahwa kebijakan pendidikan tidak boleh didasarkan pada pertimbangan pragmatis semata. Keputusan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem pendidikan nasional.
 
“Tidak semua hal bisa diukur dengan untung dan rugi,” ujarnya.
 
Ia juga menyoroti pentingnya diskusi mendalam sebelum mengambil kebijakan besar seperti perampingan atau penutupan prodi. Pelibatan akademisi dan pakar dinilai krusial dalam proses tersebut.
 
“Kita ingin memahami persoalan pendidikan secara lebih utuh,” ungkapnya.
 
Baca juga:  Bukan Ditutup, Mendiktisaintek Minta Prodi di-Update Agar Relevan dengan Zaman

Menurutnya, pendidikan harus tetap menjadi ruang eksplorasi intelektual yang bebas dan terbuka. Penutupan prodi berisiko mengurangi keragaman perspektif dalam dunia akademik.
 
“Kita tidak boleh menyederhanakan pendidikan hanya untuk kebutuhan pasar,” tegas dia lagi.
 
Rerie berharap pemerintah dapat lebih bijak dalam merumuskan kebijakan pendidikan. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar dan misi pendidikan nasional.
 
"Catatan kami, pendidikan harus tetap berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya,” pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA