Rektor Unair, Mohammad Nasih. Foto: Dok. Unair
Rektor Unair, Mohammad Nasih. Foto: Dok. Unair

Rektor Minta Kontribusi 200 Guru Besar Unair Diperkuat

Pendidikan Pendidikan Tinggi Guru Besar
Citra Larasati • 15 Oktober 2020 15:54
Jakarta: Rektor Universitas Airlangga, Mohammad Nasih mengatakan jumlah guru besar aktif di kampusnya saat ini sudah mencapai 200 orang. Untuk itu, terus bertambahnya jumlah tersebut harus diikuti dengan semakin besarnya kontribusi guru besar itu sendiri bagi masyarakat.
 
Nasih mengatakan, banyaknya jumlah guru besar membuat UNAIR semakin diakui oleh masyarakat. Sebab, jabatan guru besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik.
 
“Dengan demikian, semakin banyak guru besar menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang kita miliki. Para guru besar bisa semakin kuat untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat. Terlebih dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai bidang yang ditekuni," kata Nasih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guru besar, tandasnya, ke depan harus lebih semangat menulis, mengajar, meneliti dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. “Jangan sampai, sudah menyandang guru besar malah kendur, tapi justru harus ditingkatkan untuk memberi kemaslahatan yang lebih besar. Kemaslahatan untuk diri sendiri, keluarga, UNAIR, masyarakat, dan bangsa ini,” ungkap Nasih saat mengukuhkan lima guru besar UNAIR, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 15 Oktober 2020.
 
Unair kembali menggelar kegiatan pengukuhan guru besar. Kegiatan yang dikemas dalam Sidang Terbuka Universitas Airlangga dalam Pengukuhan Guru Besar itu, mengukuhkan lima guru besar baru di lingkungan UNAIR, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Kelima Guru Besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dr. Purnawan Basundoro, S.S., M.Hum., dalam bidang Ilmu Sejarah Perkotaan, Prof. Dr. Kusnanto, S.Kp., M.Kes., dalam bidang Ilmu Keperawatan, Prof. Dr. Irwanto, dr., Sp.A(K), dalam bidang Ilmu Kesehatan Anak, Prof. Dr. Widya Paramita Lokapirnasari, MP., dalam bidang Ilmu Makanan Ternak, dan Prof. Muchammad Yunus, drh., M.Kes., Ph.D dalam bidang Ilmu Entomologi dan Protozologi pada Fakultas Kedokteran Hewan.
 
Tercatat ada lima guru besar baru yang menyampaikan beragam orasi, beberapa ada yang mengulas tentang kondisi pandemi. Pertama, Prof. Dr. Purnawan Basundoro menyampaikan orasi ilmiah “Mengelola Ruang pada Masa Pandemi: Sebuah Perspektif Sejarah Perkotaan”, dan menawarkan suatu konsep penataan kota dengan struktur ruang yang friendly terhadap penanganan wabah seperti covid-19.
 
Selanjutnya, Widya Paramita Lokapirnasari dalam orasi ilmiahnya menawarkan alternatif pengganti Antibiotic Growth Promoter (AGP) berupa probiotik. Penggunaan AGP, tandasnya, dalam waktu relatif lama dan tidak terkontrol, menimbulkan dampak negatif, baik pada ternak maupun manusia yang mengonsumsi produk ternak tersebut.
 
Sementara itu, Prof. Dr. Kusnanto, S.Kp.,M.Kes., yang menyampaikan orasi “Paradigma Baru: Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Mellitus (DM) Berbasis Resiliensi”. Paradigma baru pengelolaan penyakit kencing manis sangat penting.
 
Baca juga:Forum Rektor Indonesia: Indonesia Perlu 'Asuransi' Inovasi
 
Sebab, DM ini membuat banyak penderitanya stres. Apalagi di tengah kondisi pandemi covid-19.
Orasi dilanjutkan oleh Prof. Muchamad Yunus yang menyampaikan judul “Perkembangan dan Pengembangan Vaksin Koksidiosis dalam Mendukung Peningkatan Sustainability dan Profitability Industri Perunggasan Indonesia” mencoba mengembangkan vaksin koksidiosis untuk meningkatkan profitabilitas industry unggas.
 
Yaitu penggunaan attenuated coccidoisis polyvalent live vaccine yang terbukti sangat signifikan mengurangi penggunaan koksidiostat (menekan resistensi dan residu).
 
Terakhir, Prof. Irwanto menyampaikan orasi “Kesehatan Anak di Masa Pandemi Covid-19”. Anak harus mendapat perhatian di tengah pandemi, karena di Indonesia angkanya mencapai 8,3 persen kasus dengan angka mortalitas 1,9% persen.
 
Meski di dunia sebenarnya hanya 1,7 persen. Tanda dan gejala COVID-19 pada anak sulit dibedakan dari infeksi saluran pernapasan lainnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif